Desa Telaga Wakili Buleleng Program Bali Clean and Green
Posted by Unknown
on Selasa, 24 Juni 2014
0
Sepanjang jalan Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu, Buleleng lengang siang itu, Senin (23/6). Melintasi jalan ini serasa berbeda, jika diperhatikan tidak ada sama sekali sampah plastik terlihat di sepanjang jalan.
Di sisi kanan dan kiri jalan terdapat taman mini yang ditanami bunga beraneka rupa. Pemandangan persawahan menambah lengkap suasana asri di desa yang berada di dataran tinggi itu. Sementara di sudut-sudut jalan, mudah sekali ditemukan tong sampah berwarna merah.
Siang itu, sebagian warga berada di kebun. Mereka sedang memanen cengkeh yang menjadi hasil perkebunan utama desa ini. Sore hari, mereka baru pulang ke rumah dan bercengkerama bersama keluarga.
Suasana desa yang bersih dan asri itulah yang menjadikan Pemkab Buleleng menunjuk Desa Telaga bersama Desa Beratan mewakili Kabupaten Buleleng dalam program Bali Clean and Green yang diselenggarakan Pemprov Bali pada November mendatang.
Perbekel Desa Telaga, Made Sucipta Arimbawa mengatakan, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan desanya telah terbentuk sejak tiga bulan lalu.
Dikatakan, dirinya yang baru menjabat sebagai perbekel ini berinisiatif mengajak masyarakat tentang pentingnya kebersihan. Warga pun menyambut baik renacana perbekelnya tersebut.
"Saat itu kami melakukan sosialisasi kepada warga tentang kebersiahan saat odalan dan disetiap kegiatan-kegiatan warga. Kemudian setiap hari Jumat kami melakukan kerja bakti bersama," kata Arimbawa.
"Tidak sulit mengajak warga. Begitu kami sosialisasi mereka langsung melaksanakannya. Karena petani itu kan sebenarnya jujur dan tidak banyak minta aneh-aneh. Lebih mudah mengarahkan masyarakat desa kalau untuk kebaikan," tambahnya.
Sementara untuk pembangunan taman, pengadaan tong sampah dan tanaman berasal dari swadaya masyarakat dan sebagian lain diambilkan dari dana ADD.
Saat membuang sampah, warga pun telah terbiasa memisahkan antara sampah organik dan sampah plastik. Kemudian sampah organik dimanfaatkan warga untuk berkebun, sedangkan sampah plastik dibakar.
"Sayang saat ini kami masih belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah Desa (TPSD). Jadi sementara ini sampah plastik masih dibakar," ujarnya.
Arimbawa berencana mengajukan proposal kepada Pemkab Buleleng untuk pembangunan TPSD di desanya. Pihaknya juga mengaku telah menyiapkan lahan seluas empat are.
"Setelah itu rencana ke depan kita bisa buat bank-bank sampah. Sampah plastik bisa diolah kembali dan ini bisa juga untuk membantu perekonomian warga," kata Arimbawa.
Ia pun berharap kesadaran warga desa Telaga terhadap kebersihan lingkungan desanya dapat memberikan contoh bagi desa lain. Sehingga nantinya Buleleng dapat menjadi daerah yang bebas dari sampah plastik.
"Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan desanya ini kan sebenarnya sejalan dengan visi pemkab yang menginginkan Buleleng bebas dari sampah plastik. Kami pun berharap desa lain bisa seperti ini juga," katanya. (TN)
Tagged as: Lingkungan
BuLdoG
Dari, Oleh, Untuk Buleleng
Dapatkan Info Terbaru Dari Suara Buleleng
Masukkan alamat e-mail Anda agar kami dapat mengirimkan Berita Terbaru langsung ke mailbox Anda
Share This Post
Topik Terkait

0 komentar: