Info Terkini

Tampilkan postingan dengan label WNA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WNA. Tampilkan semua postingan

Puluhan Pekerja Asal China Tak Miliki Paspor dan Visa

Puluhan pekerja asal China yang bekerja di proyek PLTU Celukan Bawang, diketahui tidak memiliki dokumen resmi seperti paspor dan visa kerja.

Empat mess atau tempat tinggal sementara para pekerja di Proyek PLTU Celukan Bawang yang tersebar di Kawasan PLTU Celukan Bawang, Desa Celukan Bawang dan Desa Tinga-Tinga Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Selasa (13/1/2015) menjadi sasaran Operasi Penertiban Kependudukan yang dilakukan secara gabungan Satuan Fungsional di Polres Buleleng dan Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang. Hasilnya puluhan warga asing yang bekerja di PLTU Celukan Bawang tidak memegang dokumen resmi seperti dilansir Berita Bali.

Kasat Sabhara Polres Buleleng, AKP. Nyoman Kartika usai pelaksanaan Operasi mengungkapkan, dari ratusan penghuni Mess pekerja PLTU Celukan Bawang secara tersebar ditemukan puluhan warga asing tanpa mengantongi Paspor dan Visa Kerja.

“Terhadap pelanggaran para pekerja asing itu belum dilakukan penindakan, ini baru sebatas pendataan sehingga masih akan dilakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng maupun dengan Kantor Imigrasi di Singaraja,” ujar Kartika.

Dalam operasi kependudukan secara khusus menyasar para pekerja di Proyek PLTU Celukan Bawang itu menyasar empat lokasi, diantaranya di Shanghai Mess di Kawasan PLTU Celukan Bawang yang dihuni 40 orang, polisi menemukan satu penduduk lokal tanpa memiliki Kipem dan satu WNA China tanpa Paspor serta tujuh WNA China tanpa Visa.

Sementara di Mess yang mengunakan rumah penduduk di Desa Tinga-Tinga, dari 13 penghuni tidak ditemukan pelanggaran, sedangkan saat menyasar Mess yang memanfaatkan rumah penduduk di Desa Celukan Bawang yang dihuni 190 pekerja dari 28 Pekerja asing, empat diantaranya tidak memegang Paspor, demikian juga di Mess CSCIC ditemukan delapan pekerja China tidak memiliki dokumen sama sekali. (BB)

Puluhan Pekerja Asal China Tak Miliki Paspor dan Visa

Posted by Unknown No comments

Puluhan pekerja asal China yang bekerja di proyek PLTU Celukan Bawang, diketahui tidak memiliki dokumen resmi seperti paspor dan visa kerja.

Empat mess atau tempat tinggal sementara para pekerja di Proyek PLTU Celukan Bawang yang tersebar di Kawasan PLTU Celukan Bawang, Desa Celukan Bawang dan Desa Tinga-Tinga Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Selasa (13/1/2015) menjadi sasaran Operasi Penertiban Kependudukan yang dilakukan secara gabungan Satuan Fungsional di Polres Buleleng dan Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang. Hasilnya puluhan warga asing yang bekerja di PLTU Celukan Bawang tidak memegang dokumen resmi seperti dilansir Berita Bali.

Kasat Sabhara Polres Buleleng, AKP. Nyoman Kartika usai pelaksanaan Operasi mengungkapkan, dari ratusan penghuni Mess pekerja PLTU Celukan Bawang secara tersebar ditemukan puluhan warga asing tanpa mengantongi Paspor dan Visa Kerja.

“Terhadap pelanggaran para pekerja asing itu belum dilakukan penindakan, ini baru sebatas pendataan sehingga masih akan dilakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng maupun dengan Kantor Imigrasi di Singaraja,” ujar Kartika.

Dalam operasi kependudukan secara khusus menyasar para pekerja di Proyek PLTU Celukan Bawang itu menyasar empat lokasi, diantaranya di Shanghai Mess di Kawasan PLTU Celukan Bawang yang dihuni 40 orang, polisi menemukan satu penduduk lokal tanpa memiliki Kipem dan satu WNA China tanpa Paspor serta tujuh WNA China tanpa Visa.

Sementara di Mess yang mengunakan rumah penduduk di Desa Tinga-Tinga, dari 13 penghuni tidak ditemukan pelanggaran, sedangkan saat menyasar Mess yang memanfaatkan rumah penduduk di Desa Celukan Bawang yang dihuni 190 pekerja dari 28 Pekerja asing, empat diantaranya tidak memegang Paspor, demikian juga di Mess CSCIC ditemukan delapan pekerja China tidak memiliki dokumen sama sekali. (BB)

Dibekuk di Bali, Bos Mafia Italia Segera Diekstradisi


Denpasar, Suara Buleleng - Wajahnya yang culun, kurus dan berkacamata sama sekali tidak menggambarkan bule ini adalah salah satu bos mafia ternama di Italia. Dia adalah Antonio Messicati Vitale. Di negara asalnya, keluar masuk penjara adalah yang sudah biasa baginya. Bahkan dia juga pernah membunuh seorang polisi.

Antonio kabur ke Bali hingga akhirnya tim Interpol, Mabes Polri dan polda Bali berhasil menangkapnya beberapa waktu lalu. Kini, Antonio masih menjalani proses ekstradisi.

"Ya kami baru menerima pelimpahan ekstradisi Antonio. Kami akan segera mengajukan ke pengadilan untuk penetapan ekstradisi," ujar Jaksa Lee Setiawan seperti dilansir Radar Bali Rabu (13/11).

Pria asal Palermo, Italia itu sebenarnya ditangkap 7 Desember 2012 silam. Dia dibekuk di Vila Puri-Puri Kecil di Legian, Kuta. Selama ini dia sudah mendekam di Sel Polda Bali.

Berdasarkan data yang didapat Radar Bali, Antonio terlibat beberapa kasus di negara asalnya. Salah satu yang terhebat adalah penganiayaanyang menewaskan seseorang pada 2011 silam.

Kejadian itu lantas membuat Antonio menjadi buron dalam ancaman penjara 24 tahun. Dia pun berhasil melarikan diri ke Bali dan bersembunyi di sana.

Polisi dan interpol berhasil mencium jejaknya saat dia menggunakan laptopnya untuk berkomunikasi dengan keluarganya dari Bali. Kepolisian Negeri Pizza itu langsung mengirim red notice ke Mabes Polsi November tahun lalu.

Bali pun menjadi pelarian terakhirnya sebab, tim tersebut bisa membekuk di persembunyiannya. (JPNN)

Dibekuk di Bali, Bos Mafia Italia Segera Diekstradisi

Posted by Unknown No comments


Denpasar, Suara Buleleng - Wajahnya yang culun, kurus dan berkacamata sama sekali tidak menggambarkan bule ini adalah salah satu bos mafia ternama di Italia. Dia adalah Antonio Messicati Vitale. Di negara asalnya, keluar masuk penjara adalah yang sudah biasa baginya. Bahkan dia juga pernah membunuh seorang polisi.

Antonio kabur ke Bali hingga akhirnya tim Interpol, Mabes Polri dan polda Bali berhasil menangkapnya beberapa waktu lalu. Kini, Antonio masih menjalani proses ekstradisi.

"Ya kami baru menerima pelimpahan ekstradisi Antonio. Kami akan segera mengajukan ke pengadilan untuk penetapan ekstradisi," ujar Jaksa Lee Setiawan seperti dilansir Radar Bali Rabu (13/11).

Pria asal Palermo, Italia itu sebenarnya ditangkap 7 Desember 2012 silam. Dia dibekuk di Vila Puri-Puri Kecil di Legian, Kuta. Selama ini dia sudah mendekam di Sel Polda Bali.

Berdasarkan data yang didapat Radar Bali, Antonio terlibat beberapa kasus di negara asalnya. Salah satu yang terhebat adalah penganiayaanyang menewaskan seseorang pada 2011 silam.

Kejadian itu lantas membuat Antonio menjadi buron dalam ancaman penjara 24 tahun. Dia pun berhasil melarikan diri ke Bali dan bersembunyi di sana.

Polisi dan interpol berhasil mencium jejaknya saat dia menggunakan laptopnya untuk berkomunikasi dengan keluarganya dari Bali. Kepolisian Negeri Pizza itu langsung mengirim red notice ke Mabes Polsi November tahun lalu.

Bali pun menjadi pelarian terakhirnya sebab, tim tersebut bisa membekuk di persembunyiannya. (JPNN)

Indonesia, Negara Pemberi Gaji Tertinggi Kepada Pekerja Asing

Jakarta, Suara Buleleng - Survei terbaru HSBC Expat menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang paling loyal terhadap para pekerja asing. Di Indonesia sebanyak 22 persen pekerja asing menerima pendapatan di atas 250.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 3,9 miliar, per tahun.

Indonesia mengalahkan Jepang, yang hanya punya 13 persen dan China dengan 10 persen pekerja asing dengan gaji di atas 250.000 dolar AS.

Hal ini kontras dengan kondisi pekerja lokal Indonesia. Di Jakarta misalnya buruh dengan susah payah meminta gaji minimum Rp 3,7 juta per bulan, itu pun tidak bisa dipenuhi. Jakarta hanya bisa memberikan Rp 2,4 juta bagi buruh lokal.

Survei HSBC Expat itu, yang sudah memasuki tahun keenam, mengumpulkan data dari sekitar 7000 ekspatriat dari sekitar 100 negara di seluruh dunia.

"Selama beberapa tahun, kami melihat para ekspatriat pergi ke Timur...terutama Timur Tengah dan Asia menjadi kian populer di kalangan ekspatriat," kata Dean Blackburn, kepala HSBC Expat.

Tidak heran dengan pendapatan sebesar itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang secara ekonomi paling digandrungi para pekerja asing.

Dalam rangking HSBC Expat, secara finansial, Indonesia berada di urutan keenam dari negara yang secara ekonomis mendukung kehidupan dan pekerjaan mereka. Thailand berada di peringkat keempat dan Singapura di urutan kesembilan.

Secara keseluruhan Thailand memang negara yang dinilai paling aman dan menyenangkan oleh para pekerja asing.

Thailand buktinya menjadi tempat yang paling disukai pekerja asing karena di sana mereka lebih mudah mencari teman dan menikmati kehidupan sosial. Para responden mengaku di Thailand mereka lebih mudah menerima makanan dan budaya lokal. Sebanyak 60 persen responden bilang lebih mudah menemukan makanan sehat di negeri gajah putih itu.

Secara finansial Thailand juga tidak kalah dari Indonesia. Sebanyak 80 persen responden mengatakan di Thailand mereka menerima pendapatan tinggi.

Satu-satunya kelemahan Asia, menurut survei itu, adalah sukarnya membesarkan keluarga.

Bagi para ekspatriat, Jerman adalah negara terbaik untuk membesarkan anak-anak. Bersama Jerman ada Prancis, Belgia, dan Spanyol. Satu-satunya negara Asia yang dinilai aman untuk membesarkan anak adalah Singapura. (BS)

Indonesia, Negara Pemberi Gaji Tertinggi Kepada Pekerja Asing

Posted by Unknown No comments

Jakarta, Suara Buleleng - Survei terbaru HSBC Expat menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang paling loyal terhadap para pekerja asing. Di Indonesia sebanyak 22 persen pekerja asing menerima pendapatan di atas 250.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 3,9 miliar, per tahun.

Indonesia mengalahkan Jepang, yang hanya punya 13 persen dan China dengan 10 persen pekerja asing dengan gaji di atas 250.000 dolar AS.

Hal ini kontras dengan kondisi pekerja lokal Indonesia. Di Jakarta misalnya buruh dengan susah payah meminta gaji minimum Rp 3,7 juta per bulan, itu pun tidak bisa dipenuhi. Jakarta hanya bisa memberikan Rp 2,4 juta bagi buruh lokal.

Survei HSBC Expat itu, yang sudah memasuki tahun keenam, mengumpulkan data dari sekitar 7000 ekspatriat dari sekitar 100 negara di seluruh dunia.

"Selama beberapa tahun, kami melihat para ekspatriat pergi ke Timur...terutama Timur Tengah dan Asia menjadi kian populer di kalangan ekspatriat," kata Dean Blackburn, kepala HSBC Expat.

Tidak heran dengan pendapatan sebesar itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang secara ekonomi paling digandrungi para pekerja asing.

Dalam rangking HSBC Expat, secara finansial, Indonesia berada di urutan keenam dari negara yang secara ekonomis mendukung kehidupan dan pekerjaan mereka. Thailand berada di peringkat keempat dan Singapura di urutan kesembilan.

Secara keseluruhan Thailand memang negara yang dinilai paling aman dan menyenangkan oleh para pekerja asing.

Thailand buktinya menjadi tempat yang paling disukai pekerja asing karena di sana mereka lebih mudah mencari teman dan menikmati kehidupan sosial. Para responden mengaku di Thailand mereka lebih mudah menerima makanan dan budaya lokal. Sebanyak 60 persen responden bilang lebih mudah menemukan makanan sehat di negeri gajah putih itu.

Secara finansial Thailand juga tidak kalah dari Indonesia. Sebanyak 80 persen responden mengatakan di Thailand mereka menerima pendapatan tinggi.

Satu-satunya kelemahan Asia, menurut survei itu, adalah sukarnya membesarkan keluarga.

Bagi para ekspatriat, Jerman adalah negara terbaik untuk membesarkan anak-anak. Bersama Jerman ada Prancis, Belgia, dan Spanyol. Satu-satunya negara Asia yang dinilai aman untuk membesarkan anak adalah Singapura. (BS)

Imigrasi Tahan Paspor Pekerja PLTU Celukan Bawang

Singaraja, Suara Buleleng - Kepala Sub Seksi Pengawasan Imigrasi Kabupaten Buleleng, Hendra Adi Wibowo mengatakan, pihaknya menahan paspor pekerja asing asal China atas nama Hong Jin Liang Wna asal China (60).

"Dokumen yang ditahan untuk diproses berupa paspor menggunakan visa bisnis," kata Hendra Adi Wibowo di Singaraja, Sabtu (26/10).

Ia mengatakan, Hong Jin Liang diduga menggunakan visa yang telah melebihi izin tinggal selama 60 hari sejak bulan Februari 2013, sehingga yang bersangkutan tinggal melebihi dari batas waktu yang ditetapkan.

Pemeriksaan lanjutan terhadap Hong Jin Liang berupa berita acara pemeriksaan akan dilakukan hari Senin (28/10). Adapun ancaman hukuman atas kedua jenis pelanggaran itu, diantaranya berupa deportasi dan penangkalan.

Hendra Adi Wibowo menambahkan, sejak bulan Januari 2013 sekitar 30 orang pekerja pusat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Celukan Bawang telah dideportasi akibat menyalahgunakan izin tinggal.

Sementara itu Ketua LSM Gema Nusantara (Genus) Ketut Yasa didampingi Chi Su Liong menilai, kinerja imigrasi sangat lamban. Pasalnya, dari laporan yang disampaikan sampai saat ini Hong Jin Lian belum diperiksa. (Antara)

Imigrasi Tahan Paspor Pekerja PLTU Celukan Bawang

Posted by Unknown No comments

Singaraja, Suara Buleleng - Kepala Sub Seksi Pengawasan Imigrasi Kabupaten Buleleng, Hendra Adi Wibowo mengatakan, pihaknya menahan paspor pekerja asing asal China atas nama Hong Jin Liang Wna asal China (60).

"Dokumen yang ditahan untuk diproses berupa paspor menggunakan visa bisnis," kata Hendra Adi Wibowo di Singaraja, Sabtu (26/10).

Ia mengatakan, Hong Jin Liang diduga menggunakan visa yang telah melebihi izin tinggal selama 60 hari sejak bulan Februari 2013, sehingga yang bersangkutan tinggal melebihi dari batas waktu yang ditetapkan.

Pemeriksaan lanjutan terhadap Hong Jin Liang berupa berita acara pemeriksaan akan dilakukan hari Senin (28/10). Adapun ancaman hukuman atas kedua jenis pelanggaran itu, diantaranya berupa deportasi dan penangkalan.

Hendra Adi Wibowo menambahkan, sejak bulan Januari 2013 sekitar 30 orang pekerja pusat pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Celukan Bawang telah dideportasi akibat menyalahgunakan izin tinggal.

Sementara itu Ketua LSM Gema Nusantara (Genus) Ketut Yasa didampingi Chi Su Liong menilai, kinerja imigrasi sangat lamban. Pasalnya, dari laporan yang disampaikan sampai saat ini Hong Jin Lian belum diperiksa. (Antara)

Layanan Semeton

Layanan Semeton

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

© 2013 SUARA BULELENG. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top