Infrastruktur di Bali Utara Dinilai Belum Memadai

Posted by Unknown on Senin, 04 November 2013 0

Denpasar, Suara Buleleng - Pembangunan infrastruktur di Bali belum seimbang antara Bali utara dan Bali selatan. Berbagai infrastruktur yang dibangun selama ini cenderung berada di Bali selatan. Praktisi pariwisata Bali Nyoman Kandia menjelaskan, penumpukan pembangunan di Bali selatan terutama terjadi pada infrastruktur hotel dan berbagai akomodasi wisata lainnya. Sementara di Bali utara dan timur seperti di Buleleng dan Karangasem masih belum merata. Belum lagi di Bali barat yakni di Jembrana. "Bali semua memiliki potensi dan semuanya indah baik yang ada di utara dan selatan. Ini perlu kebijakan pemerintah untuk mengarahkan pembangunan ke utara. Jangan hanya bertumpu di selatan," ujarnya di Denpasar, Minggu (3/11/2013).

Menurutnya, hal utama yang harus dibenahi di utara adalah infrastruktur publik. Di antaranya akses jalan, bandara. Jalan raya yang menghubungkan utara dan selatan harus segera dibenahi. Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Kuta-Soka-Seririt perlu segera diwujudkan sehingga akses jalan menuju Bali utara bisa lebih cepat. Sedangkan rencana pembangunan bandara yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat diharapkan bisa selesai dalam beberapa tahun ke depannya.

Sementara itu Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur untuk menunjang perkembangan pariwisata Bali. Mengingat Bali sangat memerlukan perbaikan infrastruktur agar pembangunan pariwisata di Bali bisa merata dan tidak timpang antara Bali Selatan dan Bali Utara. Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali I Gusti Kade Sutawa menyampaikan jika infrastruktur terutama infrastruktur jalan menuju obyek wisata tidak diperbaiki maka pemerataan pariwisata sulit diwujudkan.

Belum lagi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali dan jumlah penduduk Bali terus mengalami peningkatan. “Karena kalau tidak dengan pertumbuhan pariwisata yang mencapai 10-15 persen, pertumbuhan penduduK yang hampir 4,5 persen di Bali ini, betul-betul Bali akan menjadi krodit dan macet di mana-mana kalau tidak diantisipasi. Demikian juga pemerataan pariwisata ini penting supaya tidak terjadi kesenjangan,” kata Sutawa. Ia juga mempertanyakan recana pembangunan jalan melingkar yang menghubungkan Bali Selatan-Barat dan Utara yang hingga kini belum terealisasi. Begitu juga pembangunan Bandar udara Bali Utara yang hingga kini masih menjadi wacana. (BD)

BuLdoG

Dari, Oleh, Untuk Buleleng

Dapatkan Info Terbaru Dari Suara Buleleng

Masukkan alamat e-mail Anda agar kami dapat mengirimkan Berita Terbaru langsung ke mailbox Anda

Share This Post

Topik Terkait

0 komentar:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

© 2013 SUARA BULELENG. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top