Info Terkini

Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi

Kasus mutilasi yang menghebongkan warga Bali, yang potongan tubuhnya dibuang di Klungkung, terungkap. Setelah ditemukan potongan tubuh pada Selasa (17/6/2014) lalu, akhirnya pada Minggu malam (22/6/2014) pelaku yang bernama Fikri warga asal Sumbawa, NTB, berhasil ditangkap jajaran tim pengungkap mutilasi Klungkung, saat makan di sebuah warung makan di Jalan Darmawangsa Klungkung, sekitar pukul 20.00 wita.

Pada Senin (23/6/2014) pagi, pelaku dikeler untuk menunjukkan tempat pembuangan dan lokasi mutilasi. Dimana, terungkap pembuangan dilakukan di 13 TKP di Kabupaten Klungkung 12 titik dan 1 titik di Karangasem (bukit Jambul). Sementara, Senin pagi ditemukan satu bungkusan kresek hitam yang diduga berisi jeroan korbannya, di kawasan jalan Merak Klungkung, disamping tempat pembuangan sampah sementara warga.

Kapolres Klungkung, AKBP Sri Yudatni Wirawati menjelaskan pelaku ditangkap di Jalan Darmawangsa, pada Minggu (22/6) sekitar pukul 20.00 usai membeli makanan. Setelah melakukan penangkapan, pelaku diintrograsi terkait pembunuhan yang dilakukan terhadap korban. “Ini pelaku pengakuannya berubah-ubah, dia tidak mengaku membunuh, namun mengakui membuang tubuh korban di 13 titik,” jelas Sri Yudatni Wirawati. Kapolres juga menjelaskan bahwa pelaku sebelumnya sempat berangkat kerja pada Senin 16 Juni lalu dan meminta ijin kepada atasannya untuk pulang dengan urusan tertentu. Pelaku nampaknya tidak pulang ke rumahnya, namun pulang ke tempat kos dimana Diana Sari (korban). Korban sendiri kos di Jalan Kenyiri Gang I pada kamar nomor 3 dari timur. “Dari keterangannya pelaku sempat masuk kantor dan minta ijin pada atasannya untuk pulang,” papar Yudatni. Kapolres juga meyakinkan bahwa pelaku mutilasi ini tunggal, belum ada mengarah kepada pelaku lain.

Informasi lain menyebutkan bahwa Fikri yang sudah memiliki istri dan terlibat asmara dengan Diana Sari. Sedangkan Diana Sari sendiri disebutkan sudah menyandang predikat janda beranak satu dan sudah bercerai setahun lalu. Informasi ini juga menyebutkan bahwa anak korban dititipkan di kampung halamannya di NTB.

Kapolda Bali, Irjen Pol Drs. Benny Mokalu, SH memberikan penghargaan yang tinggi kepada Jajaran Polres Klungkung atas prestasinya mengungkap kasus mutilasi dalam waktu singkat. Kasus mutilasi ini pertamakali mencuat pada Selasa 17 Juni lalu dengan ditemukan potongan tubuh korban pada tiga titik, seperti di Gembalan Desa Selat dan kawasan Bukit Jambul di dua titik. “Terimakasih pada Polres Klungkung yang dengan gigih bertanggung jawab mengungkap kasus ini (mutilasi), sudah termitivasi mengungkap dan hari ini pelaku sudah ditangkap,” terang Kapolda Bali, Irjen Benny Mokalu didampingi Kapolres Klungkung, Senin (23/6) kemarin.

Benny Mokalu juga mengungkapkan untuk memastikan korban harus melalui Tes DNA terhadap korbannya. Kapolda juga mengungkapkan bahwa kasus ini bermotif cinta sedangkan korbannya Diana Sari (22). “Sementara pelakunya masih satu orang, kita juga masih identifikasi korban dan menyisir lokasi pembuangan tubuh korban di beberapa titik,” tambah Benny Mokalu. Bahkan Kapolda mengungkapkan bahwa kasus mutilasi yang tersadis ini pertama kali terjadi di dunia. “Ini satu-satunya di dunia, kalau Sumanto masih kalah sadis,” ungkap Benny lagi. Untuk kasus ini jajaran Polda Bali akan mempelajari kasus tersebut.

Lebih lanjut Kapolda juga menyebutkan pelaku akan dikenakan Pasal 340 KUHP dengan pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman seumur hidup. Kepada Kapolres Klungkung Kapolda mengingatkan agar saat melakukan rekontruksi agar menggunakan boneka agar. Selanjutnya Kapolda Bali menuju TKP pembuangan potongan tubuh tersebut di Dusun Gembalan, Desa Selat. Di TKP, Kapolda menjelaskan kasus mutilasi ini terungkap bahwa yang bisa melakukan mutilasi dengan menguliti korban ada dua alternatif. “Pelaku yang bisa menguliti korban ada dua alternatif, yaitu tukang jagal dan ahli bedah, akhirnya kita temukan,” jelas Benny lagi.

Pemilik Rumah Kos, Wayan Netra menjelaskan bahwa korban, masuk menempati rumah kos mulai 16 Mei 2014 atas nama Fikri. Namun Wayan Netra sendiri mengaku tidak mengenal dengan jelas yang menempati tempat kosnya yang nomor 3. “Pernah lihat sesekali, kalau wajah detailnya saya lupa,” jelas Wayan Netra. Sedangkan kamar kos tersebut disewakan perbulannya Rp 425 perbulan. Netra juga menuturkan bahwa yang mengontrak kamar di nomor tiga adalah perempuan cantik dan sering duduk-duduk di teras rumah. “Tukang bangunan yang bekerja di depan rumah menyebutkan ada perempuan cantik, putih. Tapi saya lupa,” jelasnya lagi. Atas kondisi itu, rumah tersebut akan diupacarai sesuai dengan petunjuk sulinggih. “Ini sudah tercemar (leteh), kami keluarga akan megadakan upacara pecaruan,” tutup Wayan Netra. (BD)

Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi

Posted by Unknown No comments

Kasus mutilasi yang menghebongkan warga Bali, yang potongan tubuhnya dibuang di Klungkung, terungkap. Setelah ditemukan potongan tubuh pada Selasa (17/6/2014) lalu, akhirnya pada Minggu malam (22/6/2014) pelaku yang bernama Fikri warga asal Sumbawa, NTB, berhasil ditangkap jajaran tim pengungkap mutilasi Klungkung, saat makan di sebuah warung makan di Jalan Darmawangsa Klungkung, sekitar pukul 20.00 wita.

Pada Senin (23/6/2014) pagi, pelaku dikeler untuk menunjukkan tempat pembuangan dan lokasi mutilasi. Dimana, terungkap pembuangan dilakukan di 13 TKP di Kabupaten Klungkung 12 titik dan 1 titik di Karangasem (bukit Jambul). Sementara, Senin pagi ditemukan satu bungkusan kresek hitam yang diduga berisi jeroan korbannya, di kawasan jalan Merak Klungkung, disamping tempat pembuangan sampah sementara warga.

Kapolres Klungkung, AKBP Sri Yudatni Wirawati menjelaskan pelaku ditangkap di Jalan Darmawangsa, pada Minggu (22/6) sekitar pukul 20.00 usai membeli makanan. Setelah melakukan penangkapan, pelaku diintrograsi terkait pembunuhan yang dilakukan terhadap korban. “Ini pelaku pengakuannya berubah-ubah, dia tidak mengaku membunuh, namun mengakui membuang tubuh korban di 13 titik,” jelas Sri Yudatni Wirawati. Kapolres juga menjelaskan bahwa pelaku sebelumnya sempat berangkat kerja pada Senin 16 Juni lalu dan meminta ijin kepada atasannya untuk pulang dengan urusan tertentu. Pelaku nampaknya tidak pulang ke rumahnya, namun pulang ke tempat kos dimana Diana Sari (korban). Korban sendiri kos di Jalan Kenyiri Gang I pada kamar nomor 3 dari timur. “Dari keterangannya pelaku sempat masuk kantor dan minta ijin pada atasannya untuk pulang,” papar Yudatni. Kapolres juga meyakinkan bahwa pelaku mutilasi ini tunggal, belum ada mengarah kepada pelaku lain.

Informasi lain menyebutkan bahwa Fikri yang sudah memiliki istri dan terlibat asmara dengan Diana Sari. Sedangkan Diana Sari sendiri disebutkan sudah menyandang predikat janda beranak satu dan sudah bercerai setahun lalu. Informasi ini juga menyebutkan bahwa anak korban dititipkan di kampung halamannya di NTB.

Kapolda Bali, Irjen Pol Drs. Benny Mokalu, SH memberikan penghargaan yang tinggi kepada Jajaran Polres Klungkung atas prestasinya mengungkap kasus mutilasi dalam waktu singkat. Kasus mutilasi ini pertamakali mencuat pada Selasa 17 Juni lalu dengan ditemukan potongan tubuh korban pada tiga titik, seperti di Gembalan Desa Selat dan kawasan Bukit Jambul di dua titik. “Terimakasih pada Polres Klungkung yang dengan gigih bertanggung jawab mengungkap kasus ini (mutilasi), sudah termitivasi mengungkap dan hari ini pelaku sudah ditangkap,” terang Kapolda Bali, Irjen Benny Mokalu didampingi Kapolres Klungkung, Senin (23/6) kemarin.

Benny Mokalu juga mengungkapkan untuk memastikan korban harus melalui Tes DNA terhadap korbannya. Kapolda juga mengungkapkan bahwa kasus ini bermotif cinta sedangkan korbannya Diana Sari (22). “Sementara pelakunya masih satu orang, kita juga masih identifikasi korban dan menyisir lokasi pembuangan tubuh korban di beberapa titik,” tambah Benny Mokalu. Bahkan Kapolda mengungkapkan bahwa kasus mutilasi yang tersadis ini pertama kali terjadi di dunia. “Ini satu-satunya di dunia, kalau Sumanto masih kalah sadis,” ungkap Benny lagi. Untuk kasus ini jajaran Polda Bali akan mempelajari kasus tersebut.

Lebih lanjut Kapolda juga menyebutkan pelaku akan dikenakan Pasal 340 KUHP dengan pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman seumur hidup. Kepada Kapolres Klungkung Kapolda mengingatkan agar saat melakukan rekontruksi agar menggunakan boneka agar. Selanjutnya Kapolda Bali menuju TKP pembuangan potongan tubuh tersebut di Dusun Gembalan, Desa Selat. Di TKP, Kapolda menjelaskan kasus mutilasi ini terungkap bahwa yang bisa melakukan mutilasi dengan menguliti korban ada dua alternatif. “Pelaku yang bisa menguliti korban ada dua alternatif, yaitu tukang jagal dan ahli bedah, akhirnya kita temukan,” jelas Benny lagi.

Pemilik Rumah Kos, Wayan Netra menjelaskan bahwa korban, masuk menempati rumah kos mulai 16 Mei 2014 atas nama Fikri. Namun Wayan Netra sendiri mengaku tidak mengenal dengan jelas yang menempati tempat kosnya yang nomor 3. “Pernah lihat sesekali, kalau wajah detailnya saya lupa,” jelas Wayan Netra. Sedangkan kamar kos tersebut disewakan perbulannya Rp 425 perbulan. Netra juga menuturkan bahwa yang mengontrak kamar di nomor tiga adalah perempuan cantik dan sering duduk-duduk di teras rumah. “Tukang bangunan yang bekerja di depan rumah menyebutkan ada perempuan cantik, putih. Tapi saya lupa,” jelasnya lagi. Atas kondisi itu, rumah tersebut akan diupacarai sesuai dengan petunjuk sulinggih. “Ini sudah tercemar (leteh), kami keluarga akan megadakan upacara pecaruan,” tutup Wayan Netra. (BD)

Kenalan di Facebook, ABG Digilir 10 Pemuda

Mojokerto, Suara Buleleng - Kisah seperti yang dialami Murni (bukan nama sebenarnya), 15, patut menjadi perhatian para orang tua. ABG (anak baru gede) asal Banjaranyar, Kelurahan Wates, Kota Mojokerto, tersebut menjadi korban pemerkosaan para pemuda bejat. Dia digilir sepuluh pemuda di area persawahan Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Pemerkosaan itu bermula dari perkenalan korban dengan salah seorang pelaku melalui jejaring sosial Facebook. Meski baru berkenalan, mereka sudah saling bertukar nomor handphone (HP).

Murni pun kemarin (10/12) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mojokerto. Dia diantar Sinta, 40, tetangganya. Sinta menceritakan kejadian itu bermula ketika korban dijemput seorang kenalannya di rumah pada Senin malam (9/12) sekitar pukul 20.00. ''Dia (Murni, Red) keluar bersama teman yang baru dia kenal lewat Facebook,'' tutur Sinta kemarin.

Setelah Marni keluar bersama temannya, Sinta menyatakan tidak mengetahui apa yang terjadi. Namun, dirinya maupun tetangga sekitar kaget ketika korban diantar pulang oleh salah seorang satpam Perumahan Mutiara Garden dengan kondisi tubuh yang berantakan. ''Di rumah, dia mengaku telah diperkosa temannya,'' ujarnya.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, Murni bersama Sinta melapor ke polisi. Awalnya, mereka melapor ke Polres Mojokerto Kota. Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP), ternyata tempat kejadian pemerkosaan itu diketahui berada dalam wilayah hukum Polres Kabupaten Mojokerto. ''Sama polisi di sana (kota, Red), kami disuruh melapor ke sini (kabupaten),'' ujar Sinta.

Ketika dikonfirmasi secara terpisah, Kasubbaghumas Polres Mojokerto AKP Lilik Achiril Ekawati membenarkan soal laporan pemerkosaan tersebut. Berdasar pemeriksaan, menurut dia, korban baru kembali ke rumah sekitar pukul 24.00. (JPNN)

Kenalan di Facebook, ABG Digilir 10 Pemuda

Posted by Unknown No comments

Mojokerto, Suara Buleleng - Kisah seperti yang dialami Murni (bukan nama sebenarnya), 15, patut menjadi perhatian para orang tua. ABG (anak baru gede) asal Banjaranyar, Kelurahan Wates, Kota Mojokerto, tersebut menjadi korban pemerkosaan para pemuda bejat. Dia digilir sepuluh pemuda di area persawahan Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Pemerkosaan itu bermula dari perkenalan korban dengan salah seorang pelaku melalui jejaring sosial Facebook. Meski baru berkenalan, mereka sudah saling bertukar nomor handphone (HP).

Murni pun kemarin (10/12) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mojokerto. Dia diantar Sinta, 40, tetangganya. Sinta menceritakan kejadian itu bermula ketika korban dijemput seorang kenalannya di rumah pada Senin malam (9/12) sekitar pukul 20.00. ''Dia (Murni, Red) keluar bersama teman yang baru dia kenal lewat Facebook,'' tutur Sinta kemarin.

Setelah Marni keluar bersama temannya, Sinta menyatakan tidak mengetahui apa yang terjadi. Namun, dirinya maupun tetangga sekitar kaget ketika korban diantar pulang oleh salah seorang satpam Perumahan Mutiara Garden dengan kondisi tubuh yang berantakan. ''Di rumah, dia mengaku telah diperkosa temannya,'' ujarnya.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, Murni bersama Sinta melapor ke polisi. Awalnya, mereka melapor ke Polres Mojokerto Kota. Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP), ternyata tempat kejadian pemerkosaan itu diketahui berada dalam wilayah hukum Polres Kabupaten Mojokerto. ''Sama polisi di sana (kota, Red), kami disuruh melapor ke sini (kabupaten),'' ujar Sinta.

Ketika dikonfirmasi secara terpisah, Kasubbaghumas Polres Mojokerto AKP Lilik Achiril Ekawati membenarkan soal laporan pemerkosaan tersebut. Berdasar pemeriksaan, menurut dia, korban baru kembali ke rumah sekitar pukul 24.00. (JPNN)

Seorang Ibu Rumah Tangga Curi Pakaian di Hardys Plaza Singaraja

Singaraja, Suara Buleleng - Berdasarkan Laporan Polisi: LP/ 138 XI/2013/BALI/RES BLL/SEK SGR,tanggal 28 November 2013,pukul 09.30 wita telah terjadi pencurian pakaian di HARDYS PLAZA Jln. Surapati-Singaraja, dengan pelaku an.DESAK MADE TRISNA ERAWATI, SH. Perempuan, 32th, Hindu, dagang, alamat Jln.Sam Ratulangi no 29 Banjar Satria Kelurahan Penarukan Kec/Kab. Buleleng.

Pelaku mengambil pakaian berupa 1 (satu ) buah celana panjang jean warna biru merk Paris Hlton (dengan harga label Rp 98.900,-)dan 1(satu) buah baju kaos Tengtop warna kuning (dengan harga label Rp.54.000.-) kemudian memasukannya kedalam tas warna orange yang di bawa oleh pelaku. Perbuatan pelaku di ketahui oleh kasir dan security Hardys.

Kini pelaku beserta barang bukti di amankan di Polsek Singaraja guna pemeriksaan serta penyidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Singaraja. (HPB)

Seorang Ibu Rumah Tangga Curi Pakaian di Hardys Plaza Singaraja

Posted by Unknown No comments

Singaraja, Suara Buleleng - Berdasarkan Laporan Polisi: LP/ 138 XI/2013/BALI/RES BLL/SEK SGR,tanggal 28 November 2013,pukul 09.30 wita telah terjadi pencurian pakaian di HARDYS PLAZA Jln. Surapati-Singaraja, dengan pelaku an.DESAK MADE TRISNA ERAWATI, SH. Perempuan, 32th, Hindu, dagang, alamat Jln.Sam Ratulangi no 29 Banjar Satria Kelurahan Penarukan Kec/Kab. Buleleng.

Pelaku mengambil pakaian berupa 1 (satu ) buah celana panjang jean warna biru merk Paris Hlton (dengan harga label Rp 98.900,-)dan 1(satu) buah baju kaos Tengtop warna kuning (dengan harga label Rp.54.000.-) kemudian memasukannya kedalam tas warna orange yang di bawa oleh pelaku. Perbuatan pelaku di ketahui oleh kasir dan security Hardys.

Kini pelaku beserta barang bukti di amankan di Polsek Singaraja guna pemeriksaan serta penyidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Singaraja. (HPB)

Mabes Polri Bongkar Markas Judi Bola Online di Batam

Batam, Suara Buleleng - Bareskrim Mabes Polri membongkar praktek judi online di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Dua orang pelaku berhasil ditangkap, dan satu orang lagi masih dalam pengejaran. “Pelaku dalam aksinya untuk judi online ini juga mendompleng siaran langsung sepakbola yang disiarkan TV. Siaran di-relay tanpa sepengetahuan pihak TV,” ujar Direktur tindak pidana ekonomi khusus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Arief Sulistyanto kepada wartawan, Selasa (12/11/2013) kemarin.

Menurut Arief, pelaku melakukan relay pertandingan langsung sepakbola tersebut melalui situs xxxbet.com yang dijual lagi ke xxxxbet.com dan xxx xxx.com. Sehingga dari ketiga situs tersebut dapat dilakukan live streaming pertandingan bola.

Sementara di dalam operasinya, para pemain (player) yang ingin bermain harus memiliki rekening bank. Ketika ingin bermain, player harus mendepositkan uang Rp 50 ribu ke rekening si pelaku. Dengan deposit ini, maka player mendapatkan akun nama dan password sehingga mereka dapat bermain.

“Ketika player menang, maka dia mendapatkan bayaran ke rekeningnya, tapi dibayar pelaku melalui rekening B. Sehingga tempat player mentransfer deposit (rekening A) digunakan untuk menampung uang berjudi, sementara rekening B digunakan untuk membayar pemenang,” jelas Arief.

Sementara itu, menurut Kasubdit Cyber Crime, Kombes Pol Rahmad Wibowo, TKP dijadikan pelaku sebagai data center untuk merelay pertandingan di situs xxxbet.com. Setelah dilakukan penggeledehan, polisi menemukan sejumlah rak berisi server dan 15 unit komputer dengan hardisk 500 GB, serta komunikasi melalui Skype dari kedua pelaku ke pengelola situs tersebut.

“Mereka juga menyediakan perangkat keras dan lunak yang dikembangkan khusus untuk judi online. Ada perintah-perintah kepada kedua pelaku untuk menayangkan pertandingan sepakbola sesuai jadwal di sbobet.com. Pertandingan sendiri ditampung memakai receiver di ruko tersebut dengan biaya internet Rp 52 juta,” papar Rahmad.

Dan berdasar keterangan pelaku, diketahui judi online ini telah beroperasi sejak 2008. Untuk membongkar judi online tersebut, penyidik melakukan penyamaran sebagai player yang ikut bermain.

“Kami menemukan 140 rekening dari 100 lebih website perjudian. Dari beberapa rekening, kami temukan sejumlah transaksi hampir Rp 100 miliar. Saat ini belum diketahui berapa omset mereka, tetapi kami telah bekerjasama dengan PPATK untuk memblokir rekening mereka,” ungkapnya.

Hal ini bisa dijerat dengan TPPU. “Sehingga selain perjudian, pengelolaan transaksi ini juga termasuk proses Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan UU ITE serta KUHP untuk judinya,” pungkas Arief. (RO)

Mabes Polri Bongkar Markas Judi Bola Online di Batam

Posted by Unknown 13 comments

Batam, Suara Buleleng - Bareskrim Mabes Polri membongkar praktek judi online di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Dua orang pelaku berhasil ditangkap, dan satu orang lagi masih dalam pengejaran. “Pelaku dalam aksinya untuk judi online ini juga mendompleng siaran langsung sepakbola yang disiarkan TV. Siaran di-relay tanpa sepengetahuan pihak TV,” ujar Direktur tindak pidana ekonomi khusus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Arief Sulistyanto kepada wartawan, Selasa (12/11/2013) kemarin.

Menurut Arief, pelaku melakukan relay pertandingan langsung sepakbola tersebut melalui situs xxxbet.com yang dijual lagi ke xxxxbet.com dan xxx xxx.com. Sehingga dari ketiga situs tersebut dapat dilakukan live streaming pertandingan bola.

Sementara di dalam operasinya, para pemain (player) yang ingin bermain harus memiliki rekening bank. Ketika ingin bermain, player harus mendepositkan uang Rp 50 ribu ke rekening si pelaku. Dengan deposit ini, maka player mendapatkan akun nama dan password sehingga mereka dapat bermain.

“Ketika player menang, maka dia mendapatkan bayaran ke rekeningnya, tapi dibayar pelaku melalui rekening B. Sehingga tempat player mentransfer deposit (rekening A) digunakan untuk menampung uang berjudi, sementara rekening B digunakan untuk membayar pemenang,” jelas Arief.

Sementara itu, menurut Kasubdit Cyber Crime, Kombes Pol Rahmad Wibowo, TKP dijadikan pelaku sebagai data center untuk merelay pertandingan di situs xxxbet.com. Setelah dilakukan penggeledehan, polisi menemukan sejumlah rak berisi server dan 15 unit komputer dengan hardisk 500 GB, serta komunikasi melalui Skype dari kedua pelaku ke pengelola situs tersebut.

“Mereka juga menyediakan perangkat keras dan lunak yang dikembangkan khusus untuk judi online. Ada perintah-perintah kepada kedua pelaku untuk menayangkan pertandingan sepakbola sesuai jadwal di sbobet.com. Pertandingan sendiri ditampung memakai receiver di ruko tersebut dengan biaya internet Rp 52 juta,” papar Rahmad.

Dan berdasar keterangan pelaku, diketahui judi online ini telah beroperasi sejak 2008. Untuk membongkar judi online tersebut, penyidik melakukan penyamaran sebagai player yang ikut bermain.

“Kami menemukan 140 rekening dari 100 lebih website perjudian. Dari beberapa rekening, kami temukan sejumlah transaksi hampir Rp 100 miliar. Saat ini belum diketahui berapa omset mereka, tetapi kami telah bekerjasama dengan PPATK untuk memblokir rekening mereka,” ungkapnya.

Hal ini bisa dijerat dengan TPPU. “Sehingga selain perjudian, pengelolaan transaksi ini juga termasuk proses Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan UU ITE serta KUHP untuk judinya,” pungkas Arief. (RO)

Dibekuk di Bali, Bos Mafia Italia Segera Diekstradisi


Denpasar, Suara Buleleng - Wajahnya yang culun, kurus dan berkacamata sama sekali tidak menggambarkan bule ini adalah salah satu bos mafia ternama di Italia. Dia adalah Antonio Messicati Vitale. Di negara asalnya, keluar masuk penjara adalah yang sudah biasa baginya. Bahkan dia juga pernah membunuh seorang polisi.

Antonio kabur ke Bali hingga akhirnya tim Interpol, Mabes Polri dan polda Bali berhasil menangkapnya beberapa waktu lalu. Kini, Antonio masih menjalani proses ekstradisi.

"Ya kami baru menerima pelimpahan ekstradisi Antonio. Kami akan segera mengajukan ke pengadilan untuk penetapan ekstradisi," ujar Jaksa Lee Setiawan seperti dilansir Radar Bali Rabu (13/11).

Pria asal Palermo, Italia itu sebenarnya ditangkap 7 Desember 2012 silam. Dia dibekuk di Vila Puri-Puri Kecil di Legian, Kuta. Selama ini dia sudah mendekam di Sel Polda Bali.

Berdasarkan data yang didapat Radar Bali, Antonio terlibat beberapa kasus di negara asalnya. Salah satu yang terhebat adalah penganiayaanyang menewaskan seseorang pada 2011 silam.

Kejadian itu lantas membuat Antonio menjadi buron dalam ancaman penjara 24 tahun. Dia pun berhasil melarikan diri ke Bali dan bersembunyi di sana.

Polisi dan interpol berhasil mencium jejaknya saat dia menggunakan laptopnya untuk berkomunikasi dengan keluarganya dari Bali. Kepolisian Negeri Pizza itu langsung mengirim red notice ke Mabes Polsi November tahun lalu.

Bali pun menjadi pelarian terakhirnya sebab, tim tersebut bisa membekuk di persembunyiannya. (JPNN)

Dibekuk di Bali, Bos Mafia Italia Segera Diekstradisi

Posted by Unknown No comments


Denpasar, Suara Buleleng - Wajahnya yang culun, kurus dan berkacamata sama sekali tidak menggambarkan bule ini adalah salah satu bos mafia ternama di Italia. Dia adalah Antonio Messicati Vitale. Di negara asalnya, keluar masuk penjara adalah yang sudah biasa baginya. Bahkan dia juga pernah membunuh seorang polisi.

Antonio kabur ke Bali hingga akhirnya tim Interpol, Mabes Polri dan polda Bali berhasil menangkapnya beberapa waktu lalu. Kini, Antonio masih menjalani proses ekstradisi.

"Ya kami baru menerima pelimpahan ekstradisi Antonio. Kami akan segera mengajukan ke pengadilan untuk penetapan ekstradisi," ujar Jaksa Lee Setiawan seperti dilansir Radar Bali Rabu (13/11).

Pria asal Palermo, Italia itu sebenarnya ditangkap 7 Desember 2012 silam. Dia dibekuk di Vila Puri-Puri Kecil di Legian, Kuta. Selama ini dia sudah mendekam di Sel Polda Bali.

Berdasarkan data yang didapat Radar Bali, Antonio terlibat beberapa kasus di negara asalnya. Salah satu yang terhebat adalah penganiayaanyang menewaskan seseorang pada 2011 silam.

Kejadian itu lantas membuat Antonio menjadi buron dalam ancaman penjara 24 tahun. Dia pun berhasil melarikan diri ke Bali dan bersembunyi di sana.

Polisi dan interpol berhasil mencium jejaknya saat dia menggunakan laptopnya untuk berkomunikasi dengan keluarganya dari Bali. Kepolisian Negeri Pizza itu langsung mengirim red notice ke Mabes Polsi November tahun lalu.

Bali pun menjadi pelarian terakhirnya sebab, tim tersebut bisa membekuk di persembunyiannya. (JPNN)

Kesaksian Perawat: JFK Tewas oleh Peluru Berbeda

Texas, Suara Buleleng - Seorang perawat yang turut berusaha menyelamatkan nyawa Presiden John F. Kennedy setelah ia tertembak, buka mulut. Phyllis Hall, yang berusia 28 tahun waktu itu, menyatakan JFK tewas akibat “peluru misterius”, bukan peluru dari pistol pria yang kemudian ditangkap dengan tuduhan sebagai pelakunya.

Hall, dalam sebuah wawancara, mengatakan ia diseret ke ruang operasi oleh agen dinas rahasia untuk membantu presiden AS yang ditembak di Dallas, Texas, pada 22 November 1963 itu. Upaya penyelamatan sia-sia, dan JFK dinyatakan meninggal.

Saat membopong kepala JFK yang telah terkoyak oleh tembakan, Hall mengatakan, dia melihat sebuah peluru yang tidak biasa. Peluru itu segera diambil dan tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu.

Dalam sebuah wawancara dengan Sunday Mirror, ia menggambarkan peluru itu tak tampak benar-benar rusak. “Tak ada kemiripan apa pun dengan peluru yang kemudian ditampilkan sebagai bukti dalam penyelidikan kasus pembunuhan Presiden,” katanya.

Ia menyatakan, peluru itu bersarang di antara telinga dan bahu JFK. “Aku punya banyak pengalaman bekerja dengan luka tembak, tapi aku belum pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya. Panjangnya sekitar 1,5 inci, tidak seperti peluru yang kemudian ditunjukkan,” katanya.

Hall, yang bekerja selama enam tahun sebagai perawat pada waktu itu, mengatakan ia terjebak dalam upaya untuk menyelamatkan Presiden secara tak sengaja. Ia mengaku tak bertugas di bangsal itu, namun tengah mengunjungi seorang teman yang bekerja di sana. (MI)

Kesaksian Perawat: JFK Tewas oleh Peluru Berbeda

Posted by Unknown No comments

Texas, Suara Buleleng - Seorang perawat yang turut berusaha menyelamatkan nyawa Presiden John F. Kennedy setelah ia tertembak, buka mulut. Phyllis Hall, yang berusia 28 tahun waktu itu, menyatakan JFK tewas akibat “peluru misterius”, bukan peluru dari pistol pria yang kemudian ditangkap dengan tuduhan sebagai pelakunya.

Hall, dalam sebuah wawancara, mengatakan ia diseret ke ruang operasi oleh agen dinas rahasia untuk membantu presiden AS yang ditembak di Dallas, Texas, pada 22 November 1963 itu. Upaya penyelamatan sia-sia, dan JFK dinyatakan meninggal.

Saat membopong kepala JFK yang telah terkoyak oleh tembakan, Hall mengatakan, dia melihat sebuah peluru yang tidak biasa. Peluru itu segera diambil dan tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu.

Dalam sebuah wawancara dengan Sunday Mirror, ia menggambarkan peluru itu tak tampak benar-benar rusak. “Tak ada kemiripan apa pun dengan peluru yang kemudian ditampilkan sebagai bukti dalam penyelidikan kasus pembunuhan Presiden,” katanya.

Ia menyatakan, peluru itu bersarang di antara telinga dan bahu JFK. “Aku punya banyak pengalaman bekerja dengan luka tembak, tapi aku belum pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya. Panjangnya sekitar 1,5 inci, tidak seperti peluru yang kemudian ditunjukkan,” katanya.

Hall, yang bekerja selama enam tahun sebagai perawat pada waktu itu, mengatakan ia terjebak dalam upaya untuk menyelamatkan Presiden secara tak sengaja. Ia mengaku tak bertugas di bangsal itu, namun tengah mengunjungi seorang teman yang bekerja di sana. (MI)

Disantet, Wajah Dewi Perssik Gosong

Jakarta, Suara Buleleng - Aktris dan pedangdut Dewi Perssik baru saja mengalami kejadian aneh saat mempromosikan film Bangkit Dari Lumpur di Surabaya. Dewi merasa ada yang sengaja mengirim guna-guna, alias santet.

Dijumpai usai nonton bareng Bangkit Dari Lumpur bersama Depe Lovers (sebutan untuk penggemar Depe) di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (8/11). Pedangdut yang akrab disapa Depe itu mengaku wajahnya tiba-tiba gosong saat hendak bertemu para korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, baru-baru ini.

"Tiba-tiba jadi gosong. Padahal aku itu sudah pakai make up seperti biasanya, kan aneh," kenang Depe.

"Lalu saya telepon kakak yang di Jember, karena ada sesuatu yang nggak beres, matanya nggak bisa kebuka, saya ibarat boneka sudah nggak bisa ngapai-ngapain lagi," lanjut Depe.

Pemilik nama asli Dewi Muria Agung itu mengakui, kejadian aneh tersebut baru kali ia alami. Pemilik goyang gergaji itu yakin ada yang sengaja mengirim guna-guna atau santet sehingga ia tidak bisa beraktivitas.

"Saya rasa ini kiriman, secara logika kalau memang sakit seperti itu kan harusnya aliran darah nggak normal. Tapi menurut dokter semua berfungsi secara normal, kenapa badan saya sakit sampai gosong, kaki dingin banget," tutur mantan istri Saipul Jamil itu.

Setelah kejadian itu Depe disarankan oleh orangtua untuk berzikir dan tidak membalas apa yang sudah ia terima.

"Ibu saya sampai nangis, dia berpesan jangan di kembalikan. Biar Allah yang balas," pungkasnya. (BB)

Disantet, Wajah Dewi Perssik Gosong

Posted by Unknown No comments

Jakarta, Suara Buleleng - Aktris dan pedangdut Dewi Perssik baru saja mengalami kejadian aneh saat mempromosikan film Bangkit Dari Lumpur di Surabaya. Dewi merasa ada yang sengaja mengirim guna-guna, alias santet.

Dijumpai usai nonton bareng Bangkit Dari Lumpur bersama Depe Lovers (sebutan untuk penggemar Depe) di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (8/11). Pedangdut yang akrab disapa Depe itu mengaku wajahnya tiba-tiba gosong saat hendak bertemu para korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, baru-baru ini.

"Tiba-tiba jadi gosong. Padahal aku itu sudah pakai make up seperti biasanya, kan aneh," kenang Depe.

"Lalu saya telepon kakak yang di Jember, karena ada sesuatu yang nggak beres, matanya nggak bisa kebuka, saya ibarat boneka sudah nggak bisa ngapai-ngapain lagi," lanjut Depe.

Pemilik nama asli Dewi Muria Agung itu mengakui, kejadian aneh tersebut baru kali ia alami. Pemilik goyang gergaji itu yakin ada yang sengaja mengirim guna-guna atau santet sehingga ia tidak bisa beraktivitas.

"Saya rasa ini kiriman, secara logika kalau memang sakit seperti itu kan harusnya aliran darah nggak normal. Tapi menurut dokter semua berfungsi secara normal, kenapa badan saya sakit sampai gosong, kaki dingin banget," tutur mantan istri Saipul Jamil itu.

Setelah kejadian itu Depe disarankan oleh orangtua untuk berzikir dan tidak membalas apa yang sudah ia terima.

"Ibu saya sampai nangis, dia berpesan jangan di kembalikan. Biar Allah yang balas," pungkasnya. (BB)

Dikembangkan, Celana Anti Pemerkosaan yang Modis

New York, Suara Buleleng - Sebuah perusahaan garmen kusus perempuan tengah mengembangkan pakaian anti pemerkosaan yang handal namun tetap nyaman dan modis dipakai.

Produk buatan AR Wear yang berbasis di Nyack, New York, ini berupa celana pendek ketat dengan tiga sabuk yang tak bisa dirobek atau diputus bahkan dengan gunting atau pisau sekali pun.

Kelebihan unik ini ditunjukkan dalam video peraga di situs www.indiegogo.com.

Sabuk-sabuk itu masing-masing ditempatkan melingkari pinggang dan kedua paha. Fungsinya untuk menjamin celana tidak bisa dilorot tanpa kehendak di pemakai.


Celana dimaksud memiliki panel yang tak bisa ditembus di bagian yang penting. Pada bagian pinggang juga ditaruh kunci, semacam kancing yang hanya bisa dibuka dengan dua tangan.

“Kami mengembangkan produk ini sehingga perempuan dan para gadis bisa memiliki kekuatan lebih untuk mengatasi serangan seksual. Kami berniat memberi rasa tenang dalam situasi yang bisa menimbulkan kecemasan, seperti mengikuti kencan buta, joging malam hari, dugem, pergi ke negara yang tidak begitu dikenal, dan aktivitas lain yang bisa membuat seseorang khawatir atas potensi serangan,” kata perusahaan di situs tersebut.

Situs itu diluncurkan untuk membantu mengumpulkan dana bagi proyek tersebut, dan sejauh ini sudah mencapai sekitar 60% dari kebutuhan dana US$50.000 untuk menyelesaikan purwarupa produk.


AR Wear ini bukan inovasi pertama untuk kampanye anti-pemerkosaan. Di Afrika Selatan, seorang dokter perempuan menciptakan “kondom berduri” yang cara pemakaiannya dimasukkan ke vagina dan akan menyakiti siapa saja yang nekad.

Ada lagi produk sedotan dan gelas bernama DrinkSavvy yang bisa berubah warna jika minuman dicampur secara diam-diam dengan obat perangsang, dan direncanakan untuk dijual Desember ini.

Sebelumnya di India, sejumlah mahasiswa menciptakan celana dalam yang bisa membuat pemerkosa kesetrum listrik.

Pada 2005, beberapa mahasiswa Swedia menciptakan gesper sabuk anti pemerkosaan, namun tidak diproduksi massal. (BS)

Dikembangkan, Celana Anti Pemerkosaan yang Modis

Posted by Unknown No comments

New York, Suara Buleleng - Sebuah perusahaan garmen kusus perempuan tengah mengembangkan pakaian anti pemerkosaan yang handal namun tetap nyaman dan modis dipakai.

Produk buatan AR Wear yang berbasis di Nyack, New York, ini berupa celana pendek ketat dengan tiga sabuk yang tak bisa dirobek atau diputus bahkan dengan gunting atau pisau sekali pun.

Kelebihan unik ini ditunjukkan dalam video peraga di situs www.indiegogo.com.

Sabuk-sabuk itu masing-masing ditempatkan melingkari pinggang dan kedua paha. Fungsinya untuk menjamin celana tidak bisa dilorot tanpa kehendak di pemakai.


Celana dimaksud memiliki panel yang tak bisa ditembus di bagian yang penting. Pada bagian pinggang juga ditaruh kunci, semacam kancing yang hanya bisa dibuka dengan dua tangan.

“Kami mengembangkan produk ini sehingga perempuan dan para gadis bisa memiliki kekuatan lebih untuk mengatasi serangan seksual. Kami berniat memberi rasa tenang dalam situasi yang bisa menimbulkan kecemasan, seperti mengikuti kencan buta, joging malam hari, dugem, pergi ke negara yang tidak begitu dikenal, dan aktivitas lain yang bisa membuat seseorang khawatir atas potensi serangan,” kata perusahaan di situs tersebut.

Situs itu diluncurkan untuk membantu mengumpulkan dana bagi proyek tersebut, dan sejauh ini sudah mencapai sekitar 60% dari kebutuhan dana US$50.000 untuk menyelesaikan purwarupa produk.


AR Wear ini bukan inovasi pertama untuk kampanye anti-pemerkosaan. Di Afrika Selatan, seorang dokter perempuan menciptakan “kondom berduri” yang cara pemakaiannya dimasukkan ke vagina dan akan menyakiti siapa saja yang nekad.

Ada lagi produk sedotan dan gelas bernama DrinkSavvy yang bisa berubah warna jika minuman dicampur secara diam-diam dengan obat perangsang, dan direncanakan untuk dijual Desember ini.

Sebelumnya di India, sejumlah mahasiswa menciptakan celana dalam yang bisa membuat pemerkosa kesetrum listrik.

Pada 2005, beberapa mahasiswa Swedia menciptakan gesper sabuk anti pemerkosaan, namun tidak diproduksi massal. (BS)

Curanmor Siang Bolong Di Belakang Mapolres Buleleng

Singaraja, Suara Buleleng - Pelaku curanmor dalam aksinya benar-benar nekat, terbukti pelaku aksi pencurian yang menyasar sepeda motor itu beraksi dengan menyikat sepeda motor DK 6439 UR tidak jauh dari Mapolres Buleleng, tepatnya di Jalan Melati, depan Kolam Renang Mumbul, bahkan aksinya dilakukan disiang bolong.

"Betul ini PR kita, sampai saat ini belum terungkap, tapi anak-anak kita reserse dan intel masih dilapangan untuk menyelidiki kasus curanmor ini, ”ungkap Kapolres Buleleng, AKBP. Beny Arjanto, Kamis (7/11/2013) di Mapolres Buleleng.

"Kendala yang dihadapi dalam mengungkap dan membidik pelakunya disebabkan akibat lambannya laporan masyarakat ke polisi, ”Kendala pengungkapan yang kita hadapi disebabkan laporan dari masyarakat, mohon maaf agak terlambat, sehingga kita kekurangan saksi untuk mengungkap aksi curanmor tersebut,” papar Kapolres Beny Arjanto.

Terkait aksi curanmor di depan kolam renang mumbul tersebut terjadi Rabu siang, dimana korban Putu Indra Maha Putra (15) mengikuti kegiatan di Kolam Renang dan memarkir sepeda motor DK 6439 UR dengan stang terkunci, namun saat akan pulang, sepeda motornya sudah tidak ada ditempat dan diduga pelaku beraksi mengunakan kunci palsu atau kupal. Namun demikian aksi curanmor yang mengakibatkan kerugian mencapai 13 juta rupiah tersebut belum berhasil diungkap polisi. (BRU)

Curanmor Siang Bolong Di Belakang Mapolres Buleleng

Posted by Unknown No comments

Singaraja, Suara Buleleng - Pelaku curanmor dalam aksinya benar-benar nekat, terbukti pelaku aksi pencurian yang menyasar sepeda motor itu beraksi dengan menyikat sepeda motor DK 6439 UR tidak jauh dari Mapolres Buleleng, tepatnya di Jalan Melati, depan Kolam Renang Mumbul, bahkan aksinya dilakukan disiang bolong.

"Betul ini PR kita, sampai saat ini belum terungkap, tapi anak-anak kita reserse dan intel masih dilapangan untuk menyelidiki kasus curanmor ini, ”ungkap Kapolres Buleleng, AKBP. Beny Arjanto, Kamis (7/11/2013) di Mapolres Buleleng.

"Kendala yang dihadapi dalam mengungkap dan membidik pelakunya disebabkan akibat lambannya laporan masyarakat ke polisi, ”Kendala pengungkapan yang kita hadapi disebabkan laporan dari masyarakat, mohon maaf agak terlambat, sehingga kita kekurangan saksi untuk mengungkap aksi curanmor tersebut,” papar Kapolres Beny Arjanto.

Terkait aksi curanmor di depan kolam renang mumbul tersebut terjadi Rabu siang, dimana korban Putu Indra Maha Putra (15) mengikuti kegiatan di Kolam Renang dan memarkir sepeda motor DK 6439 UR dengan stang terkunci, namun saat akan pulang, sepeda motornya sudah tidak ada ditempat dan diduga pelaku beraksi mengunakan kunci palsu atau kupal. Namun demikian aksi curanmor yang mengakibatkan kerugian mencapai 13 juta rupiah tersebut belum berhasil diungkap polisi. (BRU)

Lengkapi Berkas Pembajakan Email, Penyidik Terbang ke Belgia

Jakarta, Suara Buleleng - Penyidik subdit cybercrime Direktorat Ekonomi Khusus Bareskrim Polri berencana terbang ke Belgia untuk memeriksa saksi pelapor dalam kasus penipuan bermodus email hijacking alias pembajakan akun email.

"Kami akan mengirimkan penyidik ke Belgia untuk melengkapi berkas dari saksi pelapor yakni Metallo Chimique NV Belgia yang tertipu oleh pelaku," kata Direktur Eksus Brigjen Arief Sulistyanto saat dihubungi kembali Selasa (5/11).

Selain itu pihaknya juga terus menganalisis barang bukti milik pelaku di laboratarium Cyber Crime Investigation Center milik Bareskrim Polri.

"Kami juga mendapatkan laporan tambahan dari Polda-Polda adanya penipuan dengan modus pembajakan email yang kita duga pelakunya sama dengan pelaku yang sudah kita tangkap. Dari Polda Metro 2 laporan, Polda Babel 1 laporan, dan Polda Jabar 1 laporan. Pelaku juga sudah menginventarisir 6 ribu akun facebook (yang hendak ditipu)," imbuhnya.

Barang bukti yang telah disita dalam kasus ini diantaranya 23 unit laptop, 85 unit telepon genggam, 61 buah sim card berbagai provider, 10 hard disk, dan 4 kamera digital.

Seperti diberitakan, Bareskrim menangkap 25 orang warga negara Nigeria Kamis (31/10). Penangkapan ini adalah pengembangan dari 5 orang--tiga diantaranya adalah perempuan WNI-- yang ditangkap sebelumnya.

Belakangan, dari 25 yang ditangkap itu, polisi hanya menahan satu orang warga Nigeria bernama Chibuko Chinonso Papson.
Delapan warga Nigeria diserahkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan dugaan melanggar keimigrasian.

Modus dari komplotan Nigeria ini adalah membajak akun email milik sebuah perusahaan. Dengan email yang telah dibajak itu mereka lalu berpura-pura tetap sebagai pemilik asli dan lantas berkorespodensi dengan jaringan bisnis dari perusahaan tersebut.

Mereka lalu melakukan transaksi bisnis dan meminta perusahaan rekanan tersebut untuk mentransfer pembayaran ke rekening milik mereka.

Para tersangka warga Nigeria itu dikenakan pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Tindak Pencucian Pencucian Uang (TPPU). (BS)

Lengkapi Berkas Pembajakan Email, Penyidik Terbang ke Belgia

Posted by Unknown No comments

Jakarta, Suara Buleleng - Penyidik subdit cybercrime Direktorat Ekonomi Khusus Bareskrim Polri berencana terbang ke Belgia untuk memeriksa saksi pelapor dalam kasus penipuan bermodus email hijacking alias pembajakan akun email.

"Kami akan mengirimkan penyidik ke Belgia untuk melengkapi berkas dari saksi pelapor yakni Metallo Chimique NV Belgia yang tertipu oleh pelaku," kata Direktur Eksus Brigjen Arief Sulistyanto saat dihubungi kembali Selasa (5/11).

Selain itu pihaknya juga terus menganalisis barang bukti milik pelaku di laboratarium Cyber Crime Investigation Center milik Bareskrim Polri.

"Kami juga mendapatkan laporan tambahan dari Polda-Polda adanya penipuan dengan modus pembajakan email yang kita duga pelakunya sama dengan pelaku yang sudah kita tangkap. Dari Polda Metro 2 laporan, Polda Babel 1 laporan, dan Polda Jabar 1 laporan. Pelaku juga sudah menginventarisir 6 ribu akun facebook (yang hendak ditipu)," imbuhnya.

Barang bukti yang telah disita dalam kasus ini diantaranya 23 unit laptop, 85 unit telepon genggam, 61 buah sim card berbagai provider, 10 hard disk, dan 4 kamera digital.

Seperti diberitakan, Bareskrim menangkap 25 orang warga negara Nigeria Kamis (31/10). Penangkapan ini adalah pengembangan dari 5 orang--tiga diantaranya adalah perempuan WNI-- yang ditangkap sebelumnya.

Belakangan, dari 25 yang ditangkap itu, polisi hanya menahan satu orang warga Nigeria bernama Chibuko Chinonso Papson.
Delapan warga Nigeria diserahkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan dugaan melanggar keimigrasian.

Modus dari komplotan Nigeria ini adalah membajak akun email milik sebuah perusahaan. Dengan email yang telah dibajak itu mereka lalu berpura-pura tetap sebagai pemilik asli dan lantas berkorespodensi dengan jaringan bisnis dari perusahaan tersebut.

Mereka lalu melakukan transaksi bisnis dan meminta perusahaan rekanan tersebut untuk mentransfer pembayaran ke rekening milik mereka.

Para tersangka warga Nigeria itu dikenakan pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Tindak Pencucian Pencucian Uang (TPPU). (BS)

Membina Ormas Melawan Konstitusi

Jakarta, Suara Buleleng - Pemerintah pusat terkesan membiarkan aksi kekerasan karena alasan SARA terus terjadi. Pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi terkait Lurah Lenteng Agung Jakarta Selatan dan sokongannya terhadap FPI yang menuai kritikan dari berbagai pihak, menunjukkan pemerintah pusat tidak konsisten menjaga Bhinneka Tunggal Ika.

Kekerasan bermotif suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) masih terus berlangsung di Tanah Air. Tidak ada jaminan kekerasan seperti itu akan berakhir jika pemerintah tidak pernah tegas. Kampanye “berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia” tak banyak berarti. Malah, ada kesan pemerintah memberi ruang terjadinya kekerasan berbasis SARA.

Meski punya rekam jejak panjang di balik sejumlah aksi kekerasan, tidak membuat Front Pembela Islam (FPI) dijauhi pemerintah. Melalui sejumlah kementerian, pemerintah memfasilitasi bahkan membiayai kegiatan FPI maupun kelompok intoleran lainnya.

Medio Juli 2013, sekelompok massa dari FPI Temanggung bentrok dengan warga di Sukerejo Kendal, Jawa Tengah (Jateng). Bentrok ini dipicu penolakan warga terhadap sweeping FPI di lokalisasi Sarem. Beberapa orang terluka.

Setelah serangan sehari sebelumnya, bentrokan kembali terjadi ketika massa FPI datang ke Sukerejo diadang warga yang masih tidak terima terhadap aksi sweeping. Bentrokan kedua ini menewaskan seorang ibu, ia ditabrak mobil rombongan FPI ketika lari dari kejaran massa.

Berjejer daftar kekerasan yang melibatkan anggota FPI sejak pembentukannya, terutama yang terlihat ketika mereka melakukan sweeping terhadap segala yang mereka anggap pelanggaran aturan syariat Islam.

FPI bahkan pernah menyerang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jalan Medan Merdeka Utara, hingga pagar kantor kementerian tersebut roboh. Saat itu FPI memprotes peraturan daerah (perda) yang memungkinkan jual beli minuman keras di beberapa daerah.

Dekat dengan Kemendagri

Namun, rupanya ragam kekerasan itu tidak membuat FPI diisolasi pemerintah. Malah hubungan FPI dan pemerintah kian mesra. Satu bulan setelah kerusuhan Kendal, FPI mengadakan hajatan besar. Tabligh Akbar memperingati 15 tahun berdirinya organisasi tersebut. Pawai keliling Jakarta menjadi salah satu acaranya. Habib Rizhieq, Ketua Umum FPI berdiri di atas mobil mewah Rubicon, memasang senyum sepanjang jalan.

Kementerian Agama juga berpartisipasi memberikan sumbangan pendanaan acara ini. Itu diakui Humas Lembaga Dakwah DPP FPI, Habib Noval Haidar Bamu’min, tanpa menyebut besaran sumbangan tersebut. Ada beberapa kegiatan FPI yang mendapat sokongan dana dari pemerintah melalui Kementerian Agama.

“Misalnya saat tabliqh akbar lalu,” katanya. Menteri Agama Suryadharma Ali juga turut menghadiri Munas FPI III bertema “Menuju NKRI Bersayariah”.

Kemesaraan FPI dengan pemerintah bukan hanya tergambar dari bantuan dana. Beberapa waktu lalu Mendagri Gamawan Fauzi, juga mengarahkan pemerintah daerah yang berada di bawah koordinasinya untuk bekerja sama dengan FPI. Gamawan juga menyebutkan FPI sebagai aset bangsa.

Noval Haidar mengatakan hubungan FPI dengan Kemendagri memang cukup harmonis. Berulang kali pejabat Kemendagri berkunjung ke kantor DPP FPI. Organisasi itu selalu diberitahu jika ada program-program Kemendagri terkait ke-ormasan.

Menurut Noval, hubungan FPI dan Kemendagri justru semakin dekat setelah insiden penggerudukan kantor Kemendagri. Memang, Noval mengatakan saat itu ada insiden perusakan pagar, tetapi cara-cara yang ditempuh FPI sebelum protes di Kemendagri sudah sesuai prosedur. “Mungkin dari situ Pak Gamawan tahu, FPI sebenarnya baik,” katanya.

Kemendagri menyatakan tugas kementerian memang melakukan pembinaan. Masalah ormas di Kemendagri diurus Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Kepala Subbidang Ormas Direktorat Jenderal Kesbangpol Kemendagri, Bahtiar Bahrudin mengatakan, sebagai ormas FPI tidak melulu melakukan kekerasan. “Ada juga baiknya, makanya kami rangkul,” ujarnya.

Dia menegaskan, pembianaan dilakukan terhadap ormas-ormas yang terdaftar di Kemendagri. Ada 139.957 ormas yang terdaftar. FPI adalah satu di antaranya karena itu kami bina juga,” kata Bahtiar.

Juru Bicara Kemendagri, Restuardi Daud, mengatakan pembinaan dan ajakan kerja sama yang dilakukan pemerintah terhadap FPI merupakan amanat undang-undang tentang keormasan. “Tugas pemerintah melakukan itu, tidak bisa dibiarkan. Kalaupun ada yang salah, kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja,” ujar Restuardi.

Dia mengatakan, dalam UU Nomor 17/2013 tentang Ormas ada tiga tugas yang harus dijalankan, yaitu fasilitasi kebijakan, peningkatan kelembagaan, dan pengembangan sumber daya. Kepada FPI dan 139.956 ormas yang telah terdaftar di Kemendagri, pemerintah melakukan fungsi tersebut.

Atas dasar amanat itu, dilakukan kerja sama dengan pemda. Misalnya, agar ormas berpartisipasi memudahkan kebijakan pemda, melakukan kemitraan, juga peningkatan kapasitas sumber daya dengan melakukan pelatihan-pelatihan. “Kita rangkul semua, tidak terkecuali FPI,” tegasnya.

Pemerintah Didikte

Namun, dukungan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah terhadap FPI ini menuai kritik. Pembinaan, apalagi dukungan pendanaan, dipandang sebagai bentuk permisif pemerintah terhadap aksi-aksi kekerasan. Nantinya FPI atau ormas manapun yang senang memaksakan kehendak dengan kekerasan, malah seolah mendapat legitimasi atas perbuatan-perbuatan anarkistisnya.

Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan, aksi-aksi kekerasan FPI yang penyelesaian hukumnya tidak adil malah membuat organisasi ini semakin kokoh dan diperhitungkan. Hendardi mengatakan, tugas Mendagri memang melakukan pembinaan, tapi tidak sepantasnya ormas-ormas yang punya rekam jejak kekerasan disamakan haknya dengan ormas-ormas lain yang justru berjalan beriringan dengan konstitusi.

Dukungan pemerintah tentu akan memperkokoh FPI sebagai organisasi vigilante. Sweeping akan semakin marak dilakukan atas nama ketertiban sosial. “Praktik intoleransi akan subur,” tuturnya.

Di balik itu juga ada kecurigaan Gamawan Fauzi sedang melakukan kapitalisasi politik terhadap FPI. Kecurigaan adanya politisasi di balik dukungan pemerintah terhadap FPI maupun ormas-ormas radikal lainnya, dikemukakan anggota Komisi III DPR dari PDIP, Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, ada ketidakkonsistenan antara pernyataan dan perilaku petinggi-petinggi negara saat ini.

Beberapa waktu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Namun, di sisi lain justru ada pembiaran terhadap perilaku premanisme yang berkedok agama. Jajaran pemerintahan di bawahnya justru memberikan dukungan pembinaan dan dana.

“Saya kira cuma Wali Kota Bogor yang lalu saja yang mempermasalahkan gereja. Tapi, pada tahun politik ini tiba-tiba pemimpin di tingkat pusat ke kanan semua, termasuk Presiden SBY yang dulunya bilang tidak boleh kalah dengan premanisme, termasuk Mendagri Gamawan Fauzi,” tegas Eva Kusuma Sundari.

Eva mengatakan, sangat tidak masuk akal pemerintah memberikan pembinaan kepada ormas yang watak intolerannya melekat pada “konstitusi” ormas tersebut. Bagaimana mungkin ormas-ormas yang melazimkan kekerasan dalam perilakunya justru dibiarkan jadi partner polisi.

Jika memang ormas-ormas tersebut tidak perlu dibubarkan, setidaknya pemerintah tidak memberi angin, apalagi turut mendanai ormas-ormas anarkistis dengan APBN. Pemerintah tidak boleh memberikan perlindungan terhadap mereka.

“Lagipula tidak fair. Dukungan dana diberikan kepada ormas tersebut, namun digunakan untuk menggebuki orang lain. Itu kan lucu,” kata Eva.

Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia dan Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, mengatakan penerima dana bantuan sosial (bansos) dari APBN hanya ormas berbadan hukum. Menurut Uchok, sejauh ini FPI belum memiliki badan hukum sehingga pemberian dana kepada FPI tidak bisa dibenarkan.

“Kalau FPI mendapat bansos, berarti FPI harus punya badan hukum. Lembaga masyarakat mana pun yang menerima bansos harus mengikuti prosedur. Untuk menerima bantuan sosial lembaga mempunyai syarat saat pencairan harus menyerahkan KTP asli ketua yayasan, pengurus, sekretaris, atau bendahara. Jadi, kalau FPI tidak mengikuti prosedur ini, bansos dari negara dianggap ilegal,” ia menegaskan. (IM)

Membina Ormas Melawan Konstitusi

Posted by Unknown No comments

Jakarta, Suara Buleleng - Pemerintah pusat terkesan membiarkan aksi kekerasan karena alasan SARA terus terjadi. Pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi terkait Lurah Lenteng Agung Jakarta Selatan dan sokongannya terhadap FPI yang menuai kritikan dari berbagai pihak, menunjukkan pemerintah pusat tidak konsisten menjaga Bhinneka Tunggal Ika.

Kekerasan bermotif suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) masih terus berlangsung di Tanah Air. Tidak ada jaminan kekerasan seperti itu akan berakhir jika pemerintah tidak pernah tegas. Kampanye “berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia” tak banyak berarti. Malah, ada kesan pemerintah memberi ruang terjadinya kekerasan berbasis SARA.

Meski punya rekam jejak panjang di balik sejumlah aksi kekerasan, tidak membuat Front Pembela Islam (FPI) dijauhi pemerintah. Melalui sejumlah kementerian, pemerintah memfasilitasi bahkan membiayai kegiatan FPI maupun kelompok intoleran lainnya.

Medio Juli 2013, sekelompok massa dari FPI Temanggung bentrok dengan warga di Sukerejo Kendal, Jawa Tengah (Jateng). Bentrok ini dipicu penolakan warga terhadap sweeping FPI di lokalisasi Sarem. Beberapa orang terluka.

Setelah serangan sehari sebelumnya, bentrokan kembali terjadi ketika massa FPI datang ke Sukerejo diadang warga yang masih tidak terima terhadap aksi sweeping. Bentrokan kedua ini menewaskan seorang ibu, ia ditabrak mobil rombongan FPI ketika lari dari kejaran massa.

Berjejer daftar kekerasan yang melibatkan anggota FPI sejak pembentukannya, terutama yang terlihat ketika mereka melakukan sweeping terhadap segala yang mereka anggap pelanggaran aturan syariat Islam.

FPI bahkan pernah menyerang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jalan Medan Merdeka Utara, hingga pagar kantor kementerian tersebut roboh. Saat itu FPI memprotes peraturan daerah (perda) yang memungkinkan jual beli minuman keras di beberapa daerah.

Dekat dengan Kemendagri

Namun, rupanya ragam kekerasan itu tidak membuat FPI diisolasi pemerintah. Malah hubungan FPI dan pemerintah kian mesra. Satu bulan setelah kerusuhan Kendal, FPI mengadakan hajatan besar. Tabligh Akbar memperingati 15 tahun berdirinya organisasi tersebut. Pawai keliling Jakarta menjadi salah satu acaranya. Habib Rizhieq, Ketua Umum FPI berdiri di atas mobil mewah Rubicon, memasang senyum sepanjang jalan.

Kementerian Agama juga berpartisipasi memberikan sumbangan pendanaan acara ini. Itu diakui Humas Lembaga Dakwah DPP FPI, Habib Noval Haidar Bamu’min, tanpa menyebut besaran sumbangan tersebut. Ada beberapa kegiatan FPI yang mendapat sokongan dana dari pemerintah melalui Kementerian Agama.

“Misalnya saat tabliqh akbar lalu,” katanya. Menteri Agama Suryadharma Ali juga turut menghadiri Munas FPI III bertema “Menuju NKRI Bersayariah”.

Kemesaraan FPI dengan pemerintah bukan hanya tergambar dari bantuan dana. Beberapa waktu lalu Mendagri Gamawan Fauzi, juga mengarahkan pemerintah daerah yang berada di bawah koordinasinya untuk bekerja sama dengan FPI. Gamawan juga menyebutkan FPI sebagai aset bangsa.

Noval Haidar mengatakan hubungan FPI dengan Kemendagri memang cukup harmonis. Berulang kali pejabat Kemendagri berkunjung ke kantor DPP FPI. Organisasi itu selalu diberitahu jika ada program-program Kemendagri terkait ke-ormasan.

Menurut Noval, hubungan FPI dan Kemendagri justru semakin dekat setelah insiden penggerudukan kantor Kemendagri. Memang, Noval mengatakan saat itu ada insiden perusakan pagar, tetapi cara-cara yang ditempuh FPI sebelum protes di Kemendagri sudah sesuai prosedur. “Mungkin dari situ Pak Gamawan tahu, FPI sebenarnya baik,” katanya.

Kemendagri menyatakan tugas kementerian memang melakukan pembinaan. Masalah ormas di Kemendagri diurus Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Kepala Subbidang Ormas Direktorat Jenderal Kesbangpol Kemendagri, Bahtiar Bahrudin mengatakan, sebagai ormas FPI tidak melulu melakukan kekerasan. “Ada juga baiknya, makanya kami rangkul,” ujarnya.

Dia menegaskan, pembianaan dilakukan terhadap ormas-ormas yang terdaftar di Kemendagri. Ada 139.957 ormas yang terdaftar. FPI adalah satu di antaranya karena itu kami bina juga,” kata Bahtiar.

Juru Bicara Kemendagri, Restuardi Daud, mengatakan pembinaan dan ajakan kerja sama yang dilakukan pemerintah terhadap FPI merupakan amanat undang-undang tentang keormasan. “Tugas pemerintah melakukan itu, tidak bisa dibiarkan. Kalaupun ada yang salah, kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja,” ujar Restuardi.

Dia mengatakan, dalam UU Nomor 17/2013 tentang Ormas ada tiga tugas yang harus dijalankan, yaitu fasilitasi kebijakan, peningkatan kelembagaan, dan pengembangan sumber daya. Kepada FPI dan 139.956 ormas yang telah terdaftar di Kemendagri, pemerintah melakukan fungsi tersebut.

Atas dasar amanat itu, dilakukan kerja sama dengan pemda. Misalnya, agar ormas berpartisipasi memudahkan kebijakan pemda, melakukan kemitraan, juga peningkatan kapasitas sumber daya dengan melakukan pelatihan-pelatihan. “Kita rangkul semua, tidak terkecuali FPI,” tegasnya.

Pemerintah Didikte

Namun, dukungan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah terhadap FPI ini menuai kritik. Pembinaan, apalagi dukungan pendanaan, dipandang sebagai bentuk permisif pemerintah terhadap aksi-aksi kekerasan. Nantinya FPI atau ormas manapun yang senang memaksakan kehendak dengan kekerasan, malah seolah mendapat legitimasi atas perbuatan-perbuatan anarkistisnya.

Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan, aksi-aksi kekerasan FPI yang penyelesaian hukumnya tidak adil malah membuat organisasi ini semakin kokoh dan diperhitungkan. Hendardi mengatakan, tugas Mendagri memang melakukan pembinaan, tapi tidak sepantasnya ormas-ormas yang punya rekam jejak kekerasan disamakan haknya dengan ormas-ormas lain yang justru berjalan beriringan dengan konstitusi.

Dukungan pemerintah tentu akan memperkokoh FPI sebagai organisasi vigilante. Sweeping akan semakin marak dilakukan atas nama ketertiban sosial. “Praktik intoleransi akan subur,” tuturnya.

Di balik itu juga ada kecurigaan Gamawan Fauzi sedang melakukan kapitalisasi politik terhadap FPI. Kecurigaan adanya politisasi di balik dukungan pemerintah terhadap FPI maupun ormas-ormas radikal lainnya, dikemukakan anggota Komisi III DPR dari PDIP, Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, ada ketidakkonsistenan antara pernyataan dan perilaku petinggi-petinggi negara saat ini.

Beberapa waktu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, negara tidak boleh kalah dengan premanisme. Namun, di sisi lain justru ada pembiaran terhadap perilaku premanisme yang berkedok agama. Jajaran pemerintahan di bawahnya justru memberikan dukungan pembinaan dan dana.

“Saya kira cuma Wali Kota Bogor yang lalu saja yang mempermasalahkan gereja. Tapi, pada tahun politik ini tiba-tiba pemimpin di tingkat pusat ke kanan semua, termasuk Presiden SBY yang dulunya bilang tidak boleh kalah dengan premanisme, termasuk Mendagri Gamawan Fauzi,” tegas Eva Kusuma Sundari.

Eva mengatakan, sangat tidak masuk akal pemerintah memberikan pembinaan kepada ormas yang watak intolerannya melekat pada “konstitusi” ormas tersebut. Bagaimana mungkin ormas-ormas yang melazimkan kekerasan dalam perilakunya justru dibiarkan jadi partner polisi.

Jika memang ormas-ormas tersebut tidak perlu dibubarkan, setidaknya pemerintah tidak memberi angin, apalagi turut mendanai ormas-ormas anarkistis dengan APBN. Pemerintah tidak boleh memberikan perlindungan terhadap mereka.

“Lagipula tidak fair. Dukungan dana diberikan kepada ormas tersebut, namun digunakan untuk menggebuki orang lain. Itu kan lucu,” kata Eva.

Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia dan Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, mengatakan penerima dana bantuan sosial (bansos) dari APBN hanya ormas berbadan hukum. Menurut Uchok, sejauh ini FPI belum memiliki badan hukum sehingga pemberian dana kepada FPI tidak bisa dibenarkan.

“Kalau FPI mendapat bansos, berarti FPI harus punya badan hukum. Lembaga masyarakat mana pun yang menerima bansos harus mengikuti prosedur. Untuk menerima bantuan sosial lembaga mempunyai syarat saat pencairan harus menyerahkan KTP asli ketua yayasan, pengurus, sekretaris, atau bendahara. Jadi, kalau FPI tidak mengikuti prosedur ini, bansos dari negara dianggap ilegal,” ia menegaskan. (IM)

Tertidur Di Penimbangan, Vixion Disikat Maling

Singaraja, Suara Buleleng - Keberhasilan polisi menangkap sejumlah pelaku curanmor kembali dikandaskan dengan aksi pelaku curanmor melakukan aksi kejahatannya dengan menyasar sepeda motor, seperti yang terjadi akhir pecan lalu di Pantai Penimbangan Pemaron, Kadek Rediasa (40) warga Dusun Munduk Desa Anturan kehilangan sepeda motor Vixion DK 8673 UY yang ditinggalkannya dengan kunci nyantol di pinggir jalan dan korban tertidur dengan lelap diatas trotoar.

“Kasus curanmor di Penimbangan itu masih dalam penyelidikan dan penyidikan dan hilangnya sepeda motor itu murni akibat ketelodoran korban sendiri,” ungkap Kasubbag Humas Polres Buleleng, AKP. Made Mustiada, senin (4/11/2013) di Mapolres Buleleng.

Berdasarkan laporan korban ke Mapolsek Kota Singaraja menyebutkan, korban setiba di Pantai Penimbangan merasa ngantuk, kemudian memarkir sepeda motornya di pinggir jalan dekat dengan pantai, selanjutnya korban tertidur di trotoar dan saat terbangun sepeda motor sudah tidak ada ditempat hingga korban mengalami kerugian mencapai 25 juta rupiah. (BR)

Tertidur Di Penimbangan, Vixion Disikat Maling

Posted by Unknown No comments

Singaraja, Suara Buleleng - Keberhasilan polisi menangkap sejumlah pelaku curanmor kembali dikandaskan dengan aksi pelaku curanmor melakukan aksi kejahatannya dengan menyasar sepeda motor, seperti yang terjadi akhir pecan lalu di Pantai Penimbangan Pemaron, Kadek Rediasa (40) warga Dusun Munduk Desa Anturan kehilangan sepeda motor Vixion DK 8673 UY yang ditinggalkannya dengan kunci nyantol di pinggir jalan dan korban tertidur dengan lelap diatas trotoar.

“Kasus curanmor di Penimbangan itu masih dalam penyelidikan dan penyidikan dan hilangnya sepeda motor itu murni akibat ketelodoran korban sendiri,” ungkap Kasubbag Humas Polres Buleleng, AKP. Made Mustiada, senin (4/11/2013) di Mapolres Buleleng.

Berdasarkan laporan korban ke Mapolsek Kota Singaraja menyebutkan, korban setiba di Pantai Penimbangan merasa ngantuk, kemudian memarkir sepeda motornya di pinggir jalan dekat dengan pantai, selanjutnya korban tertidur di trotoar dan saat terbangun sepeda motor sudah tidak ada ditempat hingga korban mengalami kerugian mencapai 25 juta rupiah. (BR)

Sistem Keamanan PLTU Celukan Bawang Tidak Memenuhi Standar

Gerokgak, Suara Buleleng - Meningkatknya praktek kejahatan, utamanya aksi pencurian yang kerap menyasar Proyek PLTU Celukan Bawang yang berlokasi di Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak menjadi perhatian khusus Kapolres Buleleng AKBP. Beny Arjanto, bahkan dari hasil survey sementara yang dilakukan, Pengamanan pada areal proyek itu tidak memenuhi standar sehingga sangat mudah dibobol maling.

Kapolres Buleleng Beny Arjanto pada pertemuannya dengan wartawan, akhir pekan lalu mengungkapkan, dari ketentuan yang diatur undang-undang, sistem keamanan kawasan PLTU Celukan Bawang paling tidak menempatkan tenaga security 15 orang per shift. Tapi faktanya hanya memiliki 8 orang satpam dengan areal cakupan sekitar 40 hektar.

”Polisi bisa melakukan audit sistem keamanan di PLTU Celukan Bawang yang merupakan kawasan vital. Ternyata dari hasil survey sistem keamanannya sangat longgar, bila ditihat dari nilai proyek yang mencapai triliunan rupiah, CCTV hanya digunakan untuk mengawasi para pekerja yang di dalam, sedangkan kawasan terbuka lainnya hanya dipasang 3 CCTV,” tegas Beny Arjanto.

Untuk sementara, Polres Buleleng melalui Polsek KP3 Laut Celukan Bawang hanya melakukan pemantauan melalui patroli terkait keberadaan proyek vital itu, sebab usulan pengamanan yang disampaikan, dengan menambah tenaga satpam maupun kamera pengawas masih sedang diusulkan, bahkan dengan usulan itu terkesan saling lempar tanggung jawab antara pemegang saham yang satu dengan pemegag saham yang lainnya.

Disisi lain, Kapolres Beny Arjanto juga menyoroti kelemahan lain dari system investasi bernilai triliunan rupiab itu, dimana Pelaksana maupun pemegang saham proyek itu tidak memiliki Public Relation yang khusus menangani berbagai masalah yang perlu dikomunikasikan dengan masyarakat ataupun pemerintah. (BR)

Sistem Keamanan PLTU Celukan Bawang Tidak Memenuhi Standar

Posted by Unknown No comments

Gerokgak, Suara Buleleng - Meningkatknya praktek kejahatan, utamanya aksi pencurian yang kerap menyasar Proyek PLTU Celukan Bawang yang berlokasi di Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak menjadi perhatian khusus Kapolres Buleleng AKBP. Beny Arjanto, bahkan dari hasil survey sementara yang dilakukan, Pengamanan pada areal proyek itu tidak memenuhi standar sehingga sangat mudah dibobol maling.

Kapolres Buleleng Beny Arjanto pada pertemuannya dengan wartawan, akhir pekan lalu mengungkapkan, dari ketentuan yang diatur undang-undang, sistem keamanan kawasan PLTU Celukan Bawang paling tidak menempatkan tenaga security 15 orang per shift. Tapi faktanya hanya memiliki 8 orang satpam dengan areal cakupan sekitar 40 hektar.

”Polisi bisa melakukan audit sistem keamanan di PLTU Celukan Bawang yang merupakan kawasan vital. Ternyata dari hasil survey sistem keamanannya sangat longgar, bila ditihat dari nilai proyek yang mencapai triliunan rupiah, CCTV hanya digunakan untuk mengawasi para pekerja yang di dalam, sedangkan kawasan terbuka lainnya hanya dipasang 3 CCTV,” tegas Beny Arjanto.

Untuk sementara, Polres Buleleng melalui Polsek KP3 Laut Celukan Bawang hanya melakukan pemantauan melalui patroli terkait keberadaan proyek vital itu, sebab usulan pengamanan yang disampaikan, dengan menambah tenaga satpam maupun kamera pengawas masih sedang diusulkan, bahkan dengan usulan itu terkesan saling lempar tanggung jawab antara pemegang saham yang satu dengan pemegag saham yang lainnya.

Disisi lain, Kapolres Beny Arjanto juga menyoroti kelemahan lain dari system investasi bernilai triliunan rupiab itu, dimana Pelaksana maupun pemegang saham proyek itu tidak memiliki Public Relation yang khusus menangani berbagai masalah yang perlu dikomunikasikan dengan masyarakat ataupun pemerintah. (BR)

Polisi Ciduk Residivis Pencurian Saat Hendak Sembahyang

Singaraja, Suara Buleleng - Polisi menciduk residivis pelaku pencurian kendaraan bermotor saat hendak bersembahyang Hari Raya Kuningan di pura di Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, sekaligus menyita sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.

"Pelaku kami incar sejak ada laporan kehilangan sepeda motor dua tahun lalu," kata Kepala Kepolisian Sektor Banjar Ajun Komisaris Made Sanjaya di Singaraja, Minggu (3/10).

Saat ditangkap, pelaku berinisial KS (31), warga Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, tidak melakukan perlawanan karena mengenakan pakaian adat untuk bersembahyang di pura. Demikian pula saat polisi merampas motor nopol DK-4975-UI.

Motor merek Yamaha Vixion itu milik Kadek Sandi Adnyana (18), warga Dusun Asah Gobleg, yang hilang pada 2011. Pelaku dan korban saling bertetangga.

"Pelaku sangat licin dan dari beberapa kali selalu lolos dari incaran anggota kami. Namun kemarin berhasil kami tangkap saat dia hendak sembahyang Hari Raya Kuningan," ujar Kapolsek.

Kepada petugas, KS mengaku menjual hasil kejahatannya itu kepada kerabatnya seharga Rp9 juta, namun baru dibayar Rp3 juta. "Saya sadar telah ditipu," ujarnya menuturkan. (AN)

Polisi Ciduk Residivis Pencurian Saat Hendak Sembahyang

Posted by Unknown No comments

Singaraja, Suara Buleleng - Polisi menciduk residivis pelaku pencurian kendaraan bermotor saat hendak bersembahyang Hari Raya Kuningan di pura di Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, sekaligus menyita sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.

"Pelaku kami incar sejak ada laporan kehilangan sepeda motor dua tahun lalu," kata Kepala Kepolisian Sektor Banjar Ajun Komisaris Made Sanjaya di Singaraja, Minggu (3/10).

Saat ditangkap, pelaku berinisial KS (31), warga Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, tidak melakukan perlawanan karena mengenakan pakaian adat untuk bersembahyang di pura. Demikian pula saat polisi merampas motor nopol DK-4975-UI.

Motor merek Yamaha Vixion itu milik Kadek Sandi Adnyana (18), warga Dusun Asah Gobleg, yang hilang pada 2011. Pelaku dan korban saling bertetangga.

"Pelaku sangat licin dan dari beberapa kali selalu lolos dari incaran anggota kami. Namun kemarin berhasil kami tangkap saat dia hendak sembahyang Hari Raya Kuningan," ujar Kapolsek.

Kepada petugas, KS mengaku menjual hasil kejahatannya itu kepada kerabatnya seharga Rp9 juta, namun baru dibayar Rp3 juta. "Saya sadar telah ditipu," ujarnya menuturkan. (AN)

Polisi Amankan Truk Pengangkut Besi 15 Ton


Singaraja, Suara Buleleng - Polisi mengamankan tiga unit truk pengangkut berbagai jenis besi batangan yang berat totalnya mencapai 15 ton di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Minggu, yang diduga dari hasil kejahatan.

"Kami mengamankan truk-truk itu karena tidak dilengkapi dokumen atas barang-barang yang diangkutnya," kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Laut Celukan Bawang Ajun Komisaris Burhanudin di Singaraja, Kabupaten Buleleng.

Polisi mencurigai besi-besi itu dari lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang. Dalam kesempatan itu, polisi juga mengamankan Amak Syahrudin yang mengaku sebagai pemilik barang, namun tidak mampu menunjukkan dokumen kepemilikan.

Burhanudin mengungkapkan bahwa anak buahnya mendengar suara mencurigakan yang tidak jauh dari lokasi proyek. Setelah didatangi, ternyata suara tersebut berasal dari sebuah gudang di Dusun Pungkukan, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.

Di tempat itu beberapa orang sedang menaikkan besi batangan ke bak truk. Dari hasil penggeledahan diduga besi-besi tersebut diperoleh dari hasil kejahatan. (AN)

Polisi Amankan Truk Pengangkut Besi 15 Ton

Posted by Unknown No comments


Singaraja, Suara Buleleng - Polisi mengamankan tiga unit truk pengangkut berbagai jenis besi batangan yang berat totalnya mencapai 15 ton di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Minggu, yang diduga dari hasil kejahatan.

"Kami mengamankan truk-truk itu karena tidak dilengkapi dokumen atas barang-barang yang diangkutnya," kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Laut Celukan Bawang Ajun Komisaris Burhanudin di Singaraja, Kabupaten Buleleng.

Polisi mencurigai besi-besi itu dari lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang. Dalam kesempatan itu, polisi juga mengamankan Amak Syahrudin yang mengaku sebagai pemilik barang, namun tidak mampu menunjukkan dokumen kepemilikan.

Burhanudin mengungkapkan bahwa anak buahnya mendengar suara mencurigakan yang tidak jauh dari lokasi proyek. Setelah didatangi, ternyata suara tersebut berasal dari sebuah gudang di Dusun Pungkukan, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.

Di tempat itu beberapa orang sedang menaikkan besi batangan ke bak truk. Dari hasil penggeledahan diduga besi-besi tersebut diperoleh dari hasil kejahatan. (AN)

Klian Adat Bantah Mengusir Dogol, Paruman Desa Pakraman Kerobokan Memanas


Singaraja, Suara Buleleng - Suasana memanas terjadi saat digelarnya Paruman di Desa Pakraman Kerobokan, Rabu (30/10/2013) sore sebagai tindak lanjut secara adat atas aksi pengerusakan dan penganiayaan yang dilakukan Gede Agustana alias Dogol, bahkan Kelian Desa Pakraman Kerobokan I Wayan Sumawijaya membantah telah memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan akan mengusir Agustana alias Dogol yang diungkapnya secara berapi-api didepan para warga.

Pertemuan yang mendapat penjagaan secara ketat dari polisi dan TNI itu semakin memanas saat Kelian Desa Pakraman Kerobokan I Wayan Sumawijaya kembali menegaskan tidak pernah menyatakan melakukan pengusiran dan berkilah hanya melakukan aturan yang ada sesuai dengan awig-awig.

“saya tidak pernah menyatakan melakukan pengusiran terhadap dogol dan saya tidak terima dibilang mengusir,” teriak Sumawijaya yang disambut teriak warga untuk memanggil wartawan.

Debat kusir terus terjadi antara warga maupun sejumlah prajuru Desa Pakraman hingga menambah suasana pertemuan gaduh, bahkan pertemuan inti untuk membahas permasalahan yang terjadi menyimpang, demikian juga seorang warga kembali mempertanyakan langkah yang dilakukan Kelian Desa Pakraman terkait dasar pengusiran yang dilakukan kepada warganya. Hal yang mengejutkan dalam pertemuan itu, para warga justru mengungkap aib yang dilakukan Kelian Desa Pakraman Kerobokan I Wayan Sumawijaya selama ini yang justru tidak dikenakan sanksi secara adat.

Hingga usai dilaksanakan Paruman yang berlangsung hingga petang, rencana Kelian Desa Pakraman Kerobokan mengusir Gede Agustana alias Dogol gagal dilakukan, bahkan suasana di Desa Kerobokan semakin memanas. (bulelengroundup)

Klian Adat Bantah Mengusir Dogol, Paruman Desa Pakraman Kerobokan Memanas

Posted by Unknown No comments


Singaraja, Suara Buleleng - Suasana memanas terjadi saat digelarnya Paruman di Desa Pakraman Kerobokan, Rabu (30/10/2013) sore sebagai tindak lanjut secara adat atas aksi pengerusakan dan penganiayaan yang dilakukan Gede Agustana alias Dogol, bahkan Kelian Desa Pakraman Kerobokan I Wayan Sumawijaya membantah telah memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan akan mengusir Agustana alias Dogol yang diungkapnya secara berapi-api didepan para warga.

Pertemuan yang mendapat penjagaan secara ketat dari polisi dan TNI itu semakin memanas saat Kelian Desa Pakraman Kerobokan I Wayan Sumawijaya kembali menegaskan tidak pernah menyatakan melakukan pengusiran dan berkilah hanya melakukan aturan yang ada sesuai dengan awig-awig.

“saya tidak pernah menyatakan melakukan pengusiran terhadap dogol dan saya tidak terima dibilang mengusir,” teriak Sumawijaya yang disambut teriak warga untuk memanggil wartawan.

Debat kusir terus terjadi antara warga maupun sejumlah prajuru Desa Pakraman hingga menambah suasana pertemuan gaduh, bahkan pertemuan inti untuk membahas permasalahan yang terjadi menyimpang, demikian juga seorang warga kembali mempertanyakan langkah yang dilakukan Kelian Desa Pakraman terkait dasar pengusiran yang dilakukan kepada warganya. Hal yang mengejutkan dalam pertemuan itu, para warga justru mengungkap aib yang dilakukan Kelian Desa Pakraman Kerobokan I Wayan Sumawijaya selama ini yang justru tidak dikenakan sanksi secara adat.

Hingga usai dilaksanakan Paruman yang berlangsung hingga petang, rencana Kelian Desa Pakraman Kerobokan mengusir Gede Agustana alias Dogol gagal dilakukan, bahkan suasana di Desa Kerobokan semakin memanas. (bulelengroundup)

Merusak Tempat Suci dan Sarana Upacara Tiga Bulanan Warga, Dogol Kasepekang


Kerobokan, Suara Buleleng - Senin (28/10/2013) warga Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan digegerkan oleh aksi salah satu warga setempat yakni Gede Agustana alias Dogol (46), yang mengamuk di rumah seorang warga yang sedang melaksanakan upacara 3 bulanan.

Kejadian bermula ketikan Nyoman Yasa alias Nersi (45) yang juga warga setempat keluar dari rumah keluarganya lantaran terdapat keributan dan justru Dogol yang diketahui membuat keributan di jalan raya memanggil-manggil namanya.

Ketika ditemui Dogol hanya berbicara singkat “cai dogen mekade kalah“ dan langsung menampar bibir Nersi secara bergantian menggunakan tangan tangan dan kiri.

Akibat kejadian tersebut Nersi mengalami luka robek dan memar pada bagian bibir. Rupanya aksi Dogol ini mendapat perlawanan dari warga pasalnya dirinya dianggap kerap membuat permasalahan di Desa Kerobokan.

Walau sudah diamankan ke Mapolsek Sawan, sejumlah warga ngelurug ke rumah Dogol untuk mengungkapkan kekecewaannya, namun warga berhasil ditenangkan oleh Kapolsek Sawan AKP Nyoman Kartika dan Kanit Reskrim Iptu Ketut Wisnaya, SH.

Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Made Mustiada ketika dikonfirmasi, Selasa (29/10/2013) membenarkan adanya aksi penganiayaan yang dilakukan salah seorang warga Desa Kerobokan tersebut. "Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sawan, dan kemarin Kapolsek Sawan sendiri yang turun kelapangan untuk menenangkan kemarahan warga yang datang kerumah pelaku", papar Mustiada.

Menurut sejumlah informasi di lapangan diduga kuat motif penganiayaan tersebut dipicu dari ketidakpuasan hasil dari Pemilihan Kepala Desa setempat.

Aksi yang dilakukan Dogol tersebut rupanya tidak saja membuatnya harus berurusan dengan sanksi hukum tetapi juga sanksi adat berupa Kasepekan atau pengusiran dari Desa Adat Kerobokan.

Pasalnya sejumlah warga sepertinya sudah tidak dapat mentolerir ulah Dogol, bahkan dalam paruman Desa yang diadakan selama dua hari berturut-turut, senin (28/10) dan Selasa (29/10) disepakati pemberian sanksi adat berupa Kasepekan / pengusiran terhadap Dogol dari Desa Kerobokan.

Beberapa point yang menjadi pertimbangan warga Desa hingga memberikan sanksi tersebut lantaran Dogol yang sudah melakukan penganiayaan, pengancaman, membuat keresahan warga serta pengerusakan tempat suci berupa Jero Gede dan sarana upacara tiga bulanan milik Wayan Suartana Yasa.

Dalam keputusan paruman tersebut juga menegaskan paling lambat Rabu (30/10/2013) pukul 16.00 wita sudah keluar dari Desa Kerobokan. Apabila tidak diataati pihak Desa akan mendatangi rumah Dogol dan memintanya keluar dengan paksa karena hal ini sudah menjadi keputusan final Desa Adat yang tidak bisa ditolerir.

Pihak Kepolisian saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap laporan kasus penganiayaan yang dilaporkan korban, Nyoman Yasa alias Nersi (45), selain itu juga polisi bersama Muspika tengah menyikapi keputusan Desa Adat Kerobokan yang memberikan sanksi Kasepekan / pengusiran terhadap pelaku.

“Kita masih melakukan upaya pendekatan dengan pihak-pihak terkait dan polisi sendiri telah melakukan penanganan secara hukum terhadap kasus penganiayaan yang dilaporkan,” ungkap Kapolsek Sawang AKP Nyoman Kartika. (Lokalzone)

Merusak Tempat Suci dan Sarana Upacara Tiga Bulanan Warga, Dogol Kasepekang

Posted by Unknown No comments


Kerobokan, Suara Buleleng - Senin (28/10/2013) warga Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan digegerkan oleh aksi salah satu warga setempat yakni Gede Agustana alias Dogol (46), yang mengamuk di rumah seorang warga yang sedang melaksanakan upacara 3 bulanan.

Kejadian bermula ketikan Nyoman Yasa alias Nersi (45) yang juga warga setempat keluar dari rumah keluarganya lantaran terdapat keributan dan justru Dogol yang diketahui membuat keributan di jalan raya memanggil-manggil namanya.

Ketika ditemui Dogol hanya berbicara singkat “cai dogen mekade kalah“ dan langsung menampar bibir Nersi secara bergantian menggunakan tangan tangan dan kiri.

Akibat kejadian tersebut Nersi mengalami luka robek dan memar pada bagian bibir. Rupanya aksi Dogol ini mendapat perlawanan dari warga pasalnya dirinya dianggap kerap membuat permasalahan di Desa Kerobokan.

Walau sudah diamankan ke Mapolsek Sawan, sejumlah warga ngelurug ke rumah Dogol untuk mengungkapkan kekecewaannya, namun warga berhasil ditenangkan oleh Kapolsek Sawan AKP Nyoman Kartika dan Kanit Reskrim Iptu Ketut Wisnaya, SH.

Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Made Mustiada ketika dikonfirmasi, Selasa (29/10/2013) membenarkan adanya aksi penganiayaan yang dilakukan salah seorang warga Desa Kerobokan tersebut. "Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sawan, dan kemarin Kapolsek Sawan sendiri yang turun kelapangan untuk menenangkan kemarahan warga yang datang kerumah pelaku", papar Mustiada.

Menurut sejumlah informasi di lapangan diduga kuat motif penganiayaan tersebut dipicu dari ketidakpuasan hasil dari Pemilihan Kepala Desa setempat.

Aksi yang dilakukan Dogol tersebut rupanya tidak saja membuatnya harus berurusan dengan sanksi hukum tetapi juga sanksi adat berupa Kasepekan atau pengusiran dari Desa Adat Kerobokan.

Pasalnya sejumlah warga sepertinya sudah tidak dapat mentolerir ulah Dogol, bahkan dalam paruman Desa yang diadakan selama dua hari berturut-turut, senin (28/10) dan Selasa (29/10) disepakati pemberian sanksi adat berupa Kasepekan / pengusiran terhadap Dogol dari Desa Kerobokan.

Beberapa point yang menjadi pertimbangan warga Desa hingga memberikan sanksi tersebut lantaran Dogol yang sudah melakukan penganiayaan, pengancaman, membuat keresahan warga serta pengerusakan tempat suci berupa Jero Gede dan sarana upacara tiga bulanan milik Wayan Suartana Yasa.

Dalam keputusan paruman tersebut juga menegaskan paling lambat Rabu (30/10/2013) pukul 16.00 wita sudah keluar dari Desa Kerobokan. Apabila tidak diataati pihak Desa akan mendatangi rumah Dogol dan memintanya keluar dengan paksa karena hal ini sudah menjadi keputusan final Desa Adat yang tidak bisa ditolerir.

Pihak Kepolisian saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap laporan kasus penganiayaan yang dilaporkan korban, Nyoman Yasa alias Nersi (45), selain itu juga polisi bersama Muspika tengah menyikapi keputusan Desa Adat Kerobokan yang memberikan sanksi Kasepekan / pengusiran terhadap pelaku.

“Kita masih melakukan upaya pendekatan dengan pihak-pihak terkait dan polisi sendiri telah melakukan penanganan secara hukum terhadap kasus penganiayaan yang dilaporkan,” ungkap Kapolsek Sawang AKP Nyoman Kartika. (Lokalzone)

PLTU Celukan Bawang Disantroni Maling

Gerokgak, Suara Buleleng - PLTU Celukan Bawang kembali disantroni maling, dan kembali dua orang buruh berhasil diamankan ke kantor Polisi ketika hendak membawa kabur plat besi di lingkungan proyek tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dua orang buruh yang berhasil diamankan yakni Ismet (36) yang beralamat Jalan raya besuki 145 Situbondo Jatim dan Hanafi (24) yang beralamat di Dusun Krajan RT 05 RW 02 Sumberrejo Pahon Kabupaten Probolinggo Jatim yang diketahui memang belerja di PLTU tersebut.

Keduannya diamankan Satpam setempat karena kedapatan membawa 13 lempeng besi baja lebar 47 x 36 cm dengan tebal 13 cm menggunakan sepeda motor honda kharisma DK 6467 VQ, Minggu (27/10/2013) pada pukul 19.00 wita.

"Kedua pelaku berinisial I dan H tertangkap tangan hendak mengambil lempengan besi di tempat proyek oleh Satpam setempat. Saat ini barang bukti beserta kedua pelaku sudah diamankan di Polsek KP3 Celukan Bawang dan sedang menjalani pemeriksaan", ungkap Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Made Mustiada, SH ketika dikonfirmasi, Selasa (29/10/2013) di Mapolres Buleleng. (Lokalzone)

PLTU Celukan Bawang Disantroni Maling

Posted by Unknown No comments

Gerokgak, Suara Buleleng - PLTU Celukan Bawang kembali disantroni maling, dan kembali dua orang buruh berhasil diamankan ke kantor Polisi ketika hendak membawa kabur plat besi di lingkungan proyek tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dua orang buruh yang berhasil diamankan yakni Ismet (36) yang beralamat Jalan raya besuki 145 Situbondo Jatim dan Hanafi (24) yang beralamat di Dusun Krajan RT 05 RW 02 Sumberrejo Pahon Kabupaten Probolinggo Jatim yang diketahui memang belerja di PLTU tersebut.

Keduannya diamankan Satpam setempat karena kedapatan membawa 13 lempeng besi baja lebar 47 x 36 cm dengan tebal 13 cm menggunakan sepeda motor honda kharisma DK 6467 VQ, Minggu (27/10/2013) pada pukul 19.00 wita.

"Kedua pelaku berinisial I dan H tertangkap tangan hendak mengambil lempengan besi di tempat proyek oleh Satpam setempat. Saat ini barang bukti beserta kedua pelaku sudah diamankan di Polsek KP3 Celukan Bawang dan sedang menjalani pemeriksaan", ungkap Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Made Mustiada, SH ketika dikonfirmasi, Selasa (29/10/2013) di Mapolres Buleleng. (Lokalzone)

Hacker 12 Tahun Retas Situs Pemerintah dan Polisi Kanada


Kanada, Suara Buleleng - Seorang bocah yang baru berusia 12 tahun di Kanada dituduh telah membobol dan mencuri data di situs pemerintah dan polisi tahun lalu. Data ini kemudian ditukar dengan video game oleh sebuah kelompok hacker.

Diberitakan News.com.au, Senin 28 Oktober 2013, bocah yang tidak disebutkan namanya dari Montreal ini menciptakan kekacauan pada kedua situs itu pada demonstrasi mahasiswa 2012 lalu. Menurut Toronto Sun, akibat ulah bocah ini, pemerintah merugi US$60.000, lebih dari Rp660 juta.

Bocah kelas lima SD ini mengaku bekerja untuk kelompok hacker Anonymous. Namun dia tidak memiliki motif politik apapun, hanya ingin menukar data yang didapatnya dengan beberapa judul video game, seperti dilaporkan pengadilan.

Hacker cilik ini disebut-sebut juga membuka jalan untuk para hacker lainnya. Beberapa orang ditahan terkait kasus ini. Di pengadilan remaja, bocah ini terlihat masih mengenakan seragam sekolah. Dia mengaku bersalah atas tiga dakwaan peretasan.

Ditemani ayahnya, dia mengaku belajar komputer sejak usia sembilan tahun. Pada aksinya tahun lalu, dia menggunakan tiga komputer berbeda. Salah satunya, dia menyebabkan akses masuk situs pemerintah terhalang setelah menyerangnya dengan denial of service (DoS).

Metode lainnya yang digunakannya, dia mengubah informasi sebuah situs dan menjadikannya seolah-olah homepage. Dia juga memanfaatkan celah keamanan di situs itu untuk mengakses server database. Dia juga mengajarkan cara-caranya kepada beberapa orang.

"Dia melihatnya sebagai tantangan, dia baru berusia 12 tahun. Tidak ada tujuan politis," kata pengacaranya. (VIVAnews)

Hacker 12 Tahun Retas Situs Pemerintah dan Polisi Kanada

Posted by Unknown No comments


Kanada, Suara Buleleng - Seorang bocah yang baru berusia 12 tahun di Kanada dituduh telah membobol dan mencuri data di situs pemerintah dan polisi tahun lalu. Data ini kemudian ditukar dengan video game oleh sebuah kelompok hacker.

Diberitakan News.com.au, Senin 28 Oktober 2013, bocah yang tidak disebutkan namanya dari Montreal ini menciptakan kekacauan pada kedua situs itu pada demonstrasi mahasiswa 2012 lalu. Menurut Toronto Sun, akibat ulah bocah ini, pemerintah merugi US$60.000, lebih dari Rp660 juta.

Bocah kelas lima SD ini mengaku bekerja untuk kelompok hacker Anonymous. Namun dia tidak memiliki motif politik apapun, hanya ingin menukar data yang didapatnya dengan beberapa judul video game, seperti dilaporkan pengadilan.

Hacker cilik ini disebut-sebut juga membuka jalan untuk para hacker lainnya. Beberapa orang ditahan terkait kasus ini. Di pengadilan remaja, bocah ini terlihat masih mengenakan seragam sekolah. Dia mengaku bersalah atas tiga dakwaan peretasan.

Ditemani ayahnya, dia mengaku belajar komputer sejak usia sembilan tahun. Pada aksinya tahun lalu, dia menggunakan tiga komputer berbeda. Salah satunya, dia menyebabkan akses masuk situs pemerintah terhalang setelah menyerangnya dengan denial of service (DoS).

Metode lainnya yang digunakannya, dia mengubah informasi sebuah situs dan menjadikannya seolah-olah homepage. Dia juga memanfaatkan celah keamanan di situs itu untuk mengakses server database. Dia juga mengajarkan cara-caranya kepada beberapa orang.

"Dia melihatnya sebagai tantangan, dia baru berusia 12 tahun. Tidak ada tujuan politis," kata pengacaranya. (VIVAnews)

Coba Kabur Saat Pengembangan Kasus Curanmor, Kaki Ditembak

Banjar Bali, Suara Buleleng - Setelah mengembangkan aksi pencurian handphone di RSUD Kabupaten Buleleng dan sepeda gayung di Jalan Yudistira, Unit Buser Sat Reskrim Polres Buleleng akhirnya mengungkap aksi curanmor yang dilakukan Agus Sawalludin (22), warga Lingkungan Jarat, Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng, bahkan Agus Sawalludin, senin (28/10/2013) masih mengalami luka tembak pada bagian kaki kirinya setelah berupaya melarikan diri saat dilakukan pengembangan di seputaran RSUD Kabupaten Buleleng.

“Pelaku dilakukan penembakan saat pengembangan di rumah sakit karena mencoba melarikan diri, kita berikan peringatan tiga kali masih tetap lari, terpaksa anggota kami di lapangan melakukan penembakan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Ketut Adnyana TJ didampingi Kasubbag Humas AKP. Made Mustiada.

Aksi curanmor yang dilakukan pelaku dengan korban Gede Darma Yasa beralamat di Dusun Bangah Desa Panji Kecamatan Sukasada terjadi 25 September lalu, saat itu korban mengantuk dan tertidur di jalan Sudirman Kelurahan Banyuasri, tepatnya di Halte yang berada didepan Kantor Kesbangpollinmas Buleleng, saat itu sepeda motor DK 4623 UU diparkir dengan kunci masih nyantol.

”korban saat peristiwa tertidur da tidak mengetahui pelaku melarikan sepeda motornya, hilangnya sepeda motor matic jenis skywafe langsung dilaporkan ke polisi sehingga dilakukan pengembangan dan menangkap pelaku,” papar Kasubbag Humas Mustiada.

Sebelum menangkap Agus Sawalludin, Unit Buser telah menyita sepeda motor hasil curian dari tangan pacar pelaku bernama Maulida di Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada, sehingga saat pelaku yang ditangkap di Pantai Desa Sangsit Kecamatan Sawan tidak mampu mengelak ketika barang bukti ditunjukan kepadanya, bahkan pelaku sendiri mengakui melakukan aksi curanmor itu dengan adiknya yang sebelumnya telah ditahan di LP Kelas IIB Singaraja terkait pencurian sepeda gayung dan handphone. (bulelengroundup)

Coba Kabur Saat Pengembangan Kasus Curanmor, Kaki Ditembak

Posted by Unknown No comments

Banjar Bali, Suara Buleleng - Setelah mengembangkan aksi pencurian handphone di RSUD Kabupaten Buleleng dan sepeda gayung di Jalan Yudistira, Unit Buser Sat Reskrim Polres Buleleng akhirnya mengungkap aksi curanmor yang dilakukan Agus Sawalludin (22), warga Lingkungan Jarat, Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng, bahkan Agus Sawalludin, senin (28/10/2013) masih mengalami luka tembak pada bagian kaki kirinya setelah berupaya melarikan diri saat dilakukan pengembangan di seputaran RSUD Kabupaten Buleleng.

“Pelaku dilakukan penembakan saat pengembangan di rumah sakit karena mencoba melarikan diri, kita berikan peringatan tiga kali masih tetap lari, terpaksa anggota kami di lapangan melakukan penembakan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Ketut Adnyana TJ didampingi Kasubbag Humas AKP. Made Mustiada.

Aksi curanmor yang dilakukan pelaku dengan korban Gede Darma Yasa beralamat di Dusun Bangah Desa Panji Kecamatan Sukasada terjadi 25 September lalu, saat itu korban mengantuk dan tertidur di jalan Sudirman Kelurahan Banyuasri, tepatnya di Halte yang berada didepan Kantor Kesbangpollinmas Buleleng, saat itu sepeda motor DK 4623 UU diparkir dengan kunci masih nyantol.

”korban saat peristiwa tertidur da tidak mengetahui pelaku melarikan sepeda motornya, hilangnya sepeda motor matic jenis skywafe langsung dilaporkan ke polisi sehingga dilakukan pengembangan dan menangkap pelaku,” papar Kasubbag Humas Mustiada.

Sebelum menangkap Agus Sawalludin, Unit Buser telah menyita sepeda motor hasil curian dari tangan pacar pelaku bernama Maulida di Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada, sehingga saat pelaku yang ditangkap di Pantai Desa Sangsit Kecamatan Sawan tidak mampu mengelak ketika barang bukti ditunjukan kepadanya, bahkan pelaku sendiri mengakui melakukan aksi curanmor itu dengan adiknya yang sebelumnya telah ditahan di LP Kelas IIB Singaraja terkait pencurian sepeda gayung dan handphone. (bulelengroundup)

Layanan Semeton

Layanan Semeton

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

© 2013 SUARA BULELENG. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top