Seks Usia Dini Rentan Terkena Kanker Serviks

Posted by Unknown on Jumat, 20 Desember 2013 0

Jakarta, Suara Buleleng - Kasus kematian akibat keganasan kanker serviks rupanya sangat memperihatinkan. Berdasarkan data Globocan 2008, di dunia ditemukan satu kasus kematian setiap 2 menit. Di Indonesia sendiri, setiap harinya ada 20 kasus kematian akibat kanker serviks.

Konsultan Kanker Kandungan dr. Fitriyadi Kusuma, SpOG (K) menjelaskan, kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (PHV) yang menyerang leher rahim.

"Insiden kanker serviks sebetulnya dapat diturunkan dengan pencegahan primer, yaitu meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks, penularan dan gejalanya, serta pemberian vaksinasi HPV," ujar Fitriyadi Kusuma pada acara SOHO #BetterU di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjauhkan risiko terkena kanker serviks adalah dengan tidak berhubungan seks di usia remaja, tidak berganti-ganti pasangan, dan tidak merokok.

"Berhubungan seks di usia remaja sangat berisiko karena organ reproduksinya masih sangat rentan mengalami lesi atau luka ketika berhubungan intim," kata staf pengajar FKUI di Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri dan Ginekologi tersebut.

Saat terjadi luka itulah, tambah dia, virus HPV akan lebih mudah menyerang leher rahim. Karakter HPV ini memang senang menyerang wanita muda karena jaringan yang dimiliki lebih licin dan halus.

"Pada wanita perokok, penyebaran HPV juga lebih cepat. Jadi bila sudah terkena virusnya akan bisa lebih cepat menjadi kanker," kata Fitriyadi

Tapi menurutnya, semua wanita juga berisiko mengalami kanker serviks. Inilah pentingnya melakukan vaksinasi HPV dan skrining Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), tes pap smear dan metode pemeriksaan lain.

"Bila seseorang sudah pernah melakukan hubungan seksual, sebaiknya melakukan skrining IVA atau tes Pap. Karena bila ditemukan sebelum menjadi kanker, peluang untuk sembuhnya sangat besar. Inilah pentingnya melakukan deteksi dini bila memang sudah pernah melakukan hubungan intim," paparnya.

Pemberian vaksin HPV pada remaja putri berusia 9-12 tahun juga sangat penting untuk memicu kekebalan tubuh sehingga dapat terlindungi dari HPV. Bahkan berdasarkan rekomendasi Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), vaksinasi HPV dapat diberikan pada wanita sampai usia 55 tahun.

"Deteksi dini sangat diperlukan karena untuk menjadi sebuah kanker yang diawali dengan infeksi, proses yang dibutuhkan sangat panjang antara 3-20 tahun. Pada stadium awal juga tidak menimbulkan gejala sama sekali, sehingga pasien yang berobat umumnya sudah dalam kondisi stadium lanjut dan sulit untuk disembuhkan," ujarnya. (BS)

Tagged as:
BuLdoG

Dari, Oleh, Untuk Buleleng

Dapatkan Info Terbaru Dari Suara Buleleng

Masukkan alamat e-mail Anda agar kami dapat mengirimkan Berita Terbaru langsung ke mailbox Anda

Share This Post

Topik Terkait

0 komentar:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

© 2013 SUARA BULELENG. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top